Kepala BNPB: Hentikan Polemik Status Lockdown karena Corona!

Kepala BNPB yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta masyarakat berdisiplin dan mematuhi imbauan melakukan social distancing. Masyarakat diminta tidak terfokus pada istilah lockdown karena Corona.

"Hentikan segala polemik yang berhubungan dengan status seperti halnya istilah lockdown. Yang kita butuhkan sekarang adalah kedisiplinan tentang bagaimana kita bisa menjabarkan social distancing, jaga jarak, jangan berdekatan, dilarang berkumpul. Ini tolong dipatuhi," kata Doni dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Minggu (22/3/2020).

Menurut Doni, jika imbauan social distancing tidak dipatuhi, akan semakin banyak warga yang terjangkit COVID-19. Karena itulah, Doni meminta masyarakat berdisiplin dalam menjaga jarak aman.

Tanpa kita mematuhi ini, semakin banyak masyarakat yang terpapar. Kita bisa selamat, kita bisa sehat, apabila kita bisa berdisiplin," ujarnya.

Selain itu, Doni menyebut langkah prioritas pemerintah saat ini adalah mengoptimalkan semua sumber daya nasional yang ada di pusat maupun di daerah. Daerah yang belum ditemukan kasus positif COVID-19 dimintanya tetap menyusun langkah antisipatif.

"Rumah milik pusat yang ada di daerah, yaitu milik TNI, Polri, dan BUMN, sesegera mungkin dioptimalisasi, untuk sesegera mungkin disiapkan dengan baik. Daerah yang merasa belum ada kasus diharapkan juga tidak tinggal diam, tetapi juga segera menyusun rencana aksi," ujarnya.

Selain itu, Doni mengharapkan partisipasi dari seluruh masyarakat dalam upaya penanggulangan wabah COVID-19. Doni berharap semua pihak saling membantu dan ikut berperan.

"Diharapkan semakin banyak masyarakat yang ikut berperan. Apakah peran-peran ini menyiapkan logistik untuk para tenaga kesehatan kita, para dokter, perawat, termasuk juga memobilisasi tenaga-tenaga relawan untuk kepentingan medis yang tentunya dilatih sebelumnya," ucap Doni.

"Dan kami yakin segenap bangsa kita bisa bergotong-royong, bahu-membahu, saling menolong," pungkasnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan