Ganjar Izin Modifikasi Bansos Saat Ditelepon Jokowi: Kita Tak Bisa Bebani Pusat

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menceritakan soal panggilan telepon dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menanyakan kebutuhan bantuan. Ganjar mengatakan dirinya memohon izin ke Jokowi untuk memodifikasi sesuai kemampuan daerahnya.

"Presiden telepon saya, 'Pak Gubernur, gimana pelaksanaannya?'. (Ganjar bilang) 'izin Bapak, kami memodifikasi beberapa'. (Kata Jokowi) 'oh iya, silakan, silakan'. (Ganjar menjelaskan) 'izin Bapak, yang ini kita ikuti, tapi yang ini kita coba lakukan dengan kearifan lokal'. (Jokowi menjawab) 'oh, silakan'. Begitu," kata Ganjar sambil menceritakan percakapannya dengan Jokowi, dalam program d'Rooftalk yang tayang di detikcom, Jumat (8/5/2020).

Ganjar mengatakan saat itu Jokowi juga menanyakan, apakah ada bantuan lagi yang dibutuhkan oleh Pemprov Jateng. Ganjar menjelaskan pihaknya masih ada berusaha untuk membantu warga dan tidak membebani pemerintah pusat.

"Jadi kami sampaikan, bahkan Presiden sampai bertanya, 'mau minta bantuan apalagi?' Begitu. (Ganjar bilang ke Jokowi) 'izinkan Pak, kami berkreasi dulu, nanti kalau kami tidak kuat, kami akan telepon'," ungkap Ganjar.

"Maksud saya begini, nggak bisa lagi kemudian kita minta-minta membebani, nggak bisa lagi. Harus ada kekuatan lokal yang memang kita tunjuk," imbuhnya.

Ganjar mengaku, sebagai kepala daerah dirinya berusaha maksimal terlebih dulu. Politikus PDIP itu menyebut setiap kepala daerah bisa memanfaatkan jaringannya untuk memenuhi kebutuhan warga.

"Memang di antara kita ini mendapatkan amanah sebagai pemimpin, kecuali kita nggak kuat betul, kecuali kita sudah menyerah betul. Tapi, seandainya nggak, ya, kita dituntut untuk berkreasi menggunakan tim yang ada, menggunakan jejaring yang ada untuk kita selesaikan. Saya kira semua punya pengalaman lah ya," papar Ganjar. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan