Kemensos Salurkan 300 Bansos untuk Komunitas Bajaj Jakarta Selatan

Kementerian Sosial RI memberikan bantuan sosial kepada Komunitas Bajaj Jakarta Selatan yang juga terdampak akibat virus Covid-19 atau corona. Pemberian dilakukan di Jalan Damai V, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, oleh Penasihat Dharma Wanita Kemensos RI Grace Batubara yang merupakan isteri dari Menteri Sosial Juliari P Batubara.

"Ini salah satu program pemerintah pusat dimana Pak Jokowi juga sampaikan, kita harus ada perhatikan mereka para pekerja informal. Mereka ini pekerja informal yang sangat terdampat, saat ini dengan adanya pandemic Covid-19 ini. Jadi disinilah tugas kami hadir untuk bisa berikan bantuan sosial pada para pekerja informal, dalam hal ini pekerja Bajaj," kata Grace di lokasi, Jakarta Selatan, Selasa (19/5).

Ia menyebut, bansos yang diberikan kepada Komunitas Bajaj itu sebanyak 300 bingkisan. Yang didalamnya itu terdapat beras, mie instan, makanan kaleng serta susu.

"Ini yang di Jakarta Selatan saja, tapi kami sedang tunggu di Jakarta Utara, Pusat dan Timur yang akan dilaporkan oleh koordinator," sebutnya.

Ia menegaskan, pembagian sembako terhadap sejumlah pekerja informal tersebut sudah diberikan. Baik itu Ojek Online (Ojol) atau supir taksi.

"Ini tahap kedua yah, jadi dari kemensos yang dibawah Darmawasita Kemensos. Jadi kalau untuk pekerja informal semuanya dah jalan, baik di tahap pertama. Kita sudah tangani ojol sekitar 10 ribu sembako kita kasih, lalu supir taksi, bluebird dan tiara," tegasnya.

"Lalu pekerja informal sudah kita layani sekuat kita sudah berikan bansos sembako, kita juga baru pulang dari Delman Kusir, mereka juga korban informal terdampak," sambungnya.

Sementara itu, Wiwik Wijaya selaku pengelola Bajaj merasa berterima kasih atas bantuan yang diberikan untuk komunitasnya tersebut. Terlebih, saat ini Indonesia masih dilanda virus corona.

"Saya terima kasih bantuan dari kemensos, kita ini kesulitan dapat bantuan karena KTP supir Bajaj itu rata-rata KTP daerah. Jadi kalau pemerintah daerah itu susah enggak bisa beri kami, karena KTP kami bukan KTP DKI. Maka kita akhirnya bisa diantar pak Camat ke Kemensos bisa dapat dari pemerintah pusat malah untuk supir-supir Bajaj," ujar Wiwik.

Ketua Komunitas Bajaj Jakarta Selatan itu pun menyebut, secara keseleruhan. Sebanyak 2000 unit kendaraan Bajaj berada di wilayah DKI Jakarta.

"Kalau sejakarta di DKI kurang lebih 2000 unit kendaraan, 286 kantong sembako untuk Jaksel saja saat ini. Sore kita akan minta data untuk Jakarra Utara, mungkin besoknya Jakarta Pusat, Jakarta Timur," tutupnya. [merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan