Mensos: Penyaluran Bansos Corona Lanjut Hingga Desember 2020

Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara mengatakan penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako dan bantuan tunai terkait virus Corona akan diperpanjang hingga Desember 2020. Namun, dia mengatakan pada periode Juli-Desember, indeks besaran bantuannya akan dikurang dari sebelumnya Rp 600 ribu menjadi Rp 300 ribu per kepala keluarga (KK).

"Kami laporkan bawah bansos ini, baik bansos paket sembako atau bantuan tunai akan dilanjuti dari Juli-Desember (2020). Namun indeksnya besaran atau nilai bantuannya yang tadi Rp 600 ribu per KK untuk yang Juli-Desember jadi Rp 300 ribu per KK per bulan," kata Mensos Juliari dalam video conference dengan Ketua KPK Firli Bahuri, Jumat (29/5/2020).

Juliari mengatakan bansos khusus berupa paket sembako itu ditujukan untuk 1,9 juta KK di wilayah Jabodetabek, sedangkan bantuan tunai ditujukan untuk 9 juta KK yang berada di luar Jabodetabek.

Dia juga menjelaskan saat ini pemerintah masih fokus menuntaskan penyaluran bansos yang telah dianggarkan untuk tiga bulan yakni Mei, Juni dan Juli. Total anggaran untuk bansos paket sembako sebesar Rp 3,4 triliun, sedangkan bantuan tunai Rp 16,2 triliun untuk tiga bulan.

"Anggaran bansos paket sembako ini Rp 3,4 triliun untuk tiga bulan, Mei, Juni Juli dan bansos bantuan tunai Rp 16,2 triliun untuk tiga bulan," sebutnya.

Juliari mengatakan untuk penyaluran bansos paket sembako saat ini telah memasuki tahap ke 3 dari 6 tahap yang ditargetkan. Ia menyebut dari 6 tahap itu tidak seluruhnya berupa paket sembako, namun ada juga bantuan dalam bentuk beras 25 kg.

"Bansos paket sembako kan di Jabodetabek dari 1,9 juta KK yaitu 1,3 juta KK di DKI dan 600 rb KK di Bodetabek yang sudah selesai 100 persen tahap 1 dan 2. Tahap 3 sudah 80 persen dan akan masuk tahap 4 dan total 6 tahap," ujar dia.

"Dari 6 tahap penyaluaran, tidak seluruhnya paket sembako. Ada 4 kali paket sembako dan 2 kali beras bulog 25 kg. Indeksnya tetap sama Rp 600 ribu per bulan dengan target keluarga yang sama," ungkapnya.

Kemudian Juliari menerangkan untuk penyaluran bantuan tunai tahap pertama, pihaknya sedikit mengalami kendala. Sebab, dia menyebut harus berkoordinasi dengan lebih dari 500 pemerintahan kabupaten/kota.

Untuk itu, dia mengatakan telah meminta izin kepada Presiden Joko Widodo untuk penyaluran bantuan tunai di daerah terpencil akan dikebut dibanding daerah yang lain. Ia mengatakan bantuan tunai untuk daerah terpencil akan langsung diberikan sekaligus dalam satu tahap.

"Tahap 2-3 akan dimulai, kami dapat persetujuan Presiden, kami minta izin agar untuk yang sekitar 400.000 KK di daerah terpencil bansos tunai kita akan salurkan 3 tahap sekaligus. Jadi Rp 600 ribu 3 kali sehingga total Rp 1,8 juta per KK. Jadi tidak tahap 1, 2 dan 3 karena ini menyangkut logistik yang sulit, harus menyeberangi sungai dengan perahu," tuturnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan