Pernyataan Lengkap Presiden Jokowi Minta Rakyat Disiplin-Tak Putus Asa Hadapi Corona

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan seluruh dunia sedang berjuang menghadapi Corona. Dia meminta masyarakat Indonesia tetap disiplin dan tak putus asa hadapi Corona.

"Dalam menghadapi kesulitan ini kita tidak boleh pesimis, putus asa. Kita semua wajib berikhtiar, berusaha sekuat tenaga melindungi diri kita, melindungi keluarga, melindungi saudara-saudara kita, bangsa kita dari penularan virus Corona ini. Sehingga semua bisa terjaga, keselamatan raganya," kata Jokowi dalam acara 'Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan' yang digelar virtual dan disiarkan langsung di kanal YouTube Kementerian Agama, Kamis (14/5/2020).

Jokowi bersyukur sejauh ini solidaritas sosial terkait virus Corona ini tumbuh di mana-mana. Masyarakat di berbagai kampung saling membantu dan berbagi kepedulian.

Jokowi mengatakan masa pandemi ini adalah saatnya untuk rakyat Indonesia saling membantu. Selain itu, saling bergotong royong.

"Inilah waktu bagi kita untuk melihat sekeliling, untuk membantu saudara-saudara kita, membantu tetangga, membantu para sahabat untuk bergotong-royong meringankan beban saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air," tuturnya.

Berikut ini pernyataan lengkap Jokowi:

Bismillahirohmanirohim, assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi salam sejahtera bagi kita semuanya, Om swastiastu, Namo buddhaya, Salam kebajikan.

Yang saya hormati bapak Wakil Presiden, yang saya hormati para ketua dan pimpinan DPR RI, MPR RI, DPD RI, yang saya hormati para menteri Kabinet Indonesia Maju, yang saya hormati yang mulai, para alim ulama, tokoh agama, Bapak Profesor Quraish Shihab, bapak cardinal Bapak Ronny Mandang, Bapak Ida Pedanda Bang Buruan Manuaba Bhante Sri Pannavaro Mahathera, Bapak Budi Tanuwibowo, dan seluruh tokoh-tokoh agama di seluruh tanah air yang tidak bisa saya Sebutkan satu persatu yang saya hormati ketua gugus tugas seluruh masyarakat Indonesia yang yang saya cintai.

Saat ini kita bangsa dan masyarakat di dunia sedang menghadapi ujian menghadapi cobaan menjalani masa-masa sulit, berjuang untuk bebas dari pandemi Covid. Wabah virus corona ini telah menyebar cepat, lebih dari 213 negara dan hampir 4,4 juta di seluruh dunia terinfeksi virus corona ini. Banyak yang terbaring di rumah sakit, banyak yang sedang isolasi mandiri, banyak yang berpulang ke rahmatullah dan semoga meninggalnya khusnul khotimah, amin. Tapi alhamdulillah juga banyak yang telah diberikan kesembuhan.

Dalam menghadapi kesulitan ini kita tak boleh pesimis, kita tak boleh putus asa, kita semuanya wajib berikhtiar, berusaha sekuat tenaga untuk melindungi diri kita, melindungi keluarga kita, melindungi saduara-saudara kita, melindungi bangsa kita, melindungi negara kita dari virus corona ini. Sehingga semuanya bisa terjaga keselamatan jiwa dan raganya.

Untuk bisa selamat kita harus disiplin, harus berdisiplin. disiplin dalam menjaga kesehatan, disiplin dalam meningkatkan imunitas, disiplin cuci tangan pakai sabun, disiplin jaga jarak yang aman, disiplin untuk memakai masker, disiplin untuk tak mudik, disiplin bekerja di rumah, disiplin sekolah di rumah, dan disiplin beribadah di rumah.

Hadirin yang saya muliakan, di tengah ujian yang kita hadapi, sungguh saya sangat bersyukur karena masyarakat dari berbagai lapisan ikut membantu, ikut bergerak cepat memberikan contoh teladan yang baik, mengulurkan tangan dan menolong bagi yang membutuhkan. Solidaritas sosial dan kepedulian tumbuh dimana-mana. antar tetangga saling menjaga, antar kampung saling membantu, antar anak anak bangsa dari berbagai suku agama, berbagai agama kelompok bergerak sama-sama bergerak untuk menjadi relawan untuk saling berbagi kebahagiaan kebaikan untuk saling berbagi kepedulian.

Bangkitnya rasa kemanusiaan, bangkitnya persaudaraan dan bangkitnya persatuan dari segala penjuru adalah sebuah kekuatan maha besar yang menambah keyakinan saya bahwa musibah ini insyaallah akan mampu kita atasi bersama sama.

Hadirin yang saya muliakan, selain berikhtiar dengan berbagai usaha lahiriah, kita juga wajib melakukan ikhtiar batiniah dengan tidak henti-hentinya memanjatkan doa memohon pertolongan Allah SWT agar rakyat, bangsa dan negara kita juga dunia segera terbebas dari pandmei ini, agar semua diringankan, disingkirkan dari segala musibah. Marilah kita bersama sama tundukkan kepala merendahkan hati kita memohon pada Tuhan yang Maha pengasih dan lagi maha penyayang, diberi kesabaran menerima musibah ini dengan lapang dada, diberi kekuatan agar kita semua bisa selamat dan melewati ujian yang diberikan oleh Allah SWT. Marilah kita hadapi cobaan ini dengan tenang dan sabar, kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah titik tolak kesembuhan.

Terakhir saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menghilangkan rasa cemas, menjauhkan diri dari ketakutan yang berlebihan, hidupkan optimisme, bangkitkan empati, tumbuhkan solidaritas sosial dan inilah waktu bagi kita untuk melihat sekeliling, untuk membantu saudara-saudara kita, membantu tetangga membantu para sahabat untuk bergotong royong meringankan beban saudara kita sebangsa dan setanah air. Insyaallah Tuhan yang Maha Kausa akan membukakan jalan bagi kita semuanya, rakyat dan bangsa Indonesia untuk untuk bangkit kembali.

Terimakasih, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Om Santi Santi Santi, Om, semoga Tuhan memberkati.
[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan