Telepon Ayah ABK Kapal China yang Wafat di Korsel, Menlu Janji Perjuangkan Hak

Menteri Luar Negeri RI (Menlu) Retno LP Marsudi mengungkapkan jenazah 1 WNI ABK Kapal Long Xing 629 yang meninggal saat dibawa ke rumah sakit di Busan, Korea Selatan (Korsel) telah tiba di Indonesia. Jenazah ABK berinisial EP itu pun telah diterbangkan ke Kualanamu, Medan.

"Hari ini 10 Mei yang rencana akan dibawa menuju rumah duka," kata kata Retno dalam konferensi pers virtual, Minggu (10/5/2020).

Retno mengaku telah berkomunikasi secara langsung dengan ayah EP. Dia menyampaikan duka cita atas meninggalnya EP.

"Saya juga telah berbicara dengan ayah almarhum EP, pada siang hari ini dan secara langsung menyampaikan rasa duka yang mendalam. Tim Kemlu akan menemui juga pihak keluarga, guna membawa barang-barang pribadi milik almarhum," ujarnya.

Selain itu, Retno juga berjanji kepada ayah EP untuk bekerja keras memperjuangkan hak-hak putranya selama bekerja di kapal berbendera China itu.

"Selain itu saya juga telah sampaikan kepada ayah almarhum bahwa pemerintah akan bekerja keras agar almarhum agar hak-hak almarhum yang belum terpenuhi bisa diselesaikan oleh pihak perusahaan," tutur Retno.

Sebelumnya, EP dilarikan ke rumah sakit di Busan karena sakit sesak nafas dan batuk berdahak. Namun, nyawa EP tak tertolong dan meninggal di RS karena pneumonia.

EP merupakan 1 dari 4 WNI ABK Kapal Long Xing 629 yang meninggal. Namun, 3 jenazah sebelumnya dilarung di laut dengan alasan mengidap penyakit menular. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan