Viral ABK WNI Dieksploitasi Kru Kapal China, KKP Koordinasi Lintas Kementerian

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menindaklanjuti viral video eksploitasi anak buah kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) oleh kru kapal China yang dilaporkan stasiun televisi Korea Selatan, MBC. Bahkan disebutkan ada ABK WNI dieksploitasi hingga tewas dan jenazahnya dilarung ke laut.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengatakan KKP telah berkoordinasi lintas kementerian untuk menindaklanjuti kabar tersebut. KKP berkoordinasi dengan Kementerian Luar negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian tenaga Kerja, dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) untuk memastikan video viral tersebut.

"Kita telah berkoordinasi. Termasuk mengenai dugaan adanya eksploitasi terhadap ABK kita (Indonesia)," kata Menteri Edhy di Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Mengenai pelarungan jenazah ABK di laut atau burial at sea, Menteri Edhy menjelaskan, hal tersebut dimungkinkan dengan berbagai persyaratan mengacu pada aturan kelautan Organisasi Buruh Internasional atau ILO. Dalam peraturan ILO "Seafarer’s Service Regulations", pelarungan jenazah di laut diatur praktiknya dalam Pasal 30.

Aturan tersebut mengatur jika ada pelaut yang meninggal saat berlayar, maka kapten kapal harus segera melaporkannya ke pemilik kapal dan keluarga korban. Selain itu pelarungan di laut boleh dilakukan setelah memenuhi sejumlah syarat.

Pertama, kapal berlayar di perairan internasional; kedua, ABK telah meninggal lebih dari 24 jam atau kematiannya disebabkan penyakit menular dan jasad telah disterilkan. Ketiga, kapal tidak mampu menyimpan jenazah karena alasan kesehatan atau pelabuhan melarang kapal menyimpan jenazah atau alasan sah lainnya dan keempat, sertifikat kematian telah dikeluarkan oleh dokter kapal jika ada.

Pelarungan juga tak bisa begitu saja dilakukan. Berdasarkan pasal 30, ketika melakukan pelarungan, kapten kapal harus memperlakukan jenazah secara hormat.

Salah satunya dengan melakukan upacara kematian. Tak hanya itu, pelarungan dilakukan dengan cara seksama sehingga jenazah tidak mengambang di atas air.

Salah satu cara yang banyak digunakan yaitu menggunakan peti atau pemberat agar jenazah tenggelam. Upacara dan pelarungan juga harus didokumentasikan baik dengan rekaman video atau foto sedetail mungkin.

Menteri Edhy menambahkan, pihaknya juga fokus pada dugaan eksploitasi terhadap ABK Indonesia seperti dilaporkan media MBC News. Dalam laporan media asal Korea Selatan itu disebutkan ada beberapa ABK yang mengaku tempat kerja mereka sangat tidak manusiawi.

Mereka bekerja sehari selama 18 jam, bahkan salah satu ABK mengaku pernah berdiri selama 30 jam. Para ABK Indonesia juga dilaporkan diminta minum air laut yang melalui proses filter.

Menteri Edhy menegaskan, pihaknya fokus pada dugaan ekspoitasi itu. Jika benar terdapat perlakuan tidak manusiawi terhadap ABK Indonesia, pihaknya akan menyampaikan laporan ke otoritas pengelolaan perikanan di laut lepas.

“KKP akan segera mengirimkan notifikasi ke RFMO (Regional Fisheries Management Organization) untuk kemungkinan perusahaan atau kapal mereka diberi sanksi,” ucapnya.

Pasalnya, terdapat dugaan perusahaan yang mengirimkan ABK Indonesia tersebut telah melakukan kegiatan yang sama beberapa kali. Perusahaan itu juga terdaftar sebagai authorized vessel di 2 RFMO yaitu Western and Central Pasific Fisheries Commision (WCPFC) dan Inter-American Tropical Tuna Commission (IATTC).

Indonesia juga sudah mengantongi keanggotaan di WCPFC dan cooperating non-member di IATTC. Mengenai ABK yang selamat dan kini berada di Korea Selatan, Menteri Edhy memastikan akan menemui mereka.

Pemerintah akan meminta pertanggungjawaban perusahaan yang merekrut dan menempatkan mereka. Bentuk pertanggungjawaban tersebut antara lain, menjamin gaji dibayar sesuai kontrak kerja serta pemulangan ke Indonesia.

"Kami akan mengkaji dokumen-dokumen para ABK kita. Termasuk kontrak-kontrak yang sudah ditandatangani,” ucapnya. [inews.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan