17 Kalimat Penting Jokowi, dari Krisis, Kerja Extra Ordinary hingga Reshuffle


Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan agar para menteri menyikapi situasi krisis tidak dengan sikap kerja ekstra. Presiden mengaku jengkel karena para menteri dinilai masih biasa saja menyikapi krisis akibat covid-19.

Presiden pun tampak geram dan mengungkapkan kejengkelannya dalam Rapat Siang Paripurna 18 Juni 2020. Kata-katanya yang dilontarkan tegas dalam memberikan arahan hingga ancaman reshuffle.

Dalam rapat tersebut, Presiden Jokowi memberikan arahan mengenai suasana dalam 3 bulan ke belakang ini dan ke depan.

"Mestinya yang ada, adalah suasana krisis," tegas Presiden dalam video akun YouTube Sekretariat Presiden, seperti dikutip Senin (29/6/2020).

Berikut ini 17 kalimat penting Presiden yang membuat peserta rapat terdiam.

1. Saya perlu ingatkan belanja-belanja di kementerian. Saya melihat laporan masih biasa-biasa saja.

2. Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya, karena uang beradar akan semakin banyak, konsumsi masyarakat akan naik.

3. Jadi belanja kementerian tolong dipercepat. Sekali lagi jangan anggap ini biasa saja.

4. Percepat kalau ada hambatan keluarkan peraturan menterinya agar cepat. Kalau perlu Perpres saya keluarkan perpresnya.

5. Untuk pemulihan ekonomi nasional, misalnya saya beri contoh.

Bidang kesehatan, dianggarkan Rp75 triliun. Dari Rp 75 triliun baru keluar 1,53% coba. Uang beredar di masyarakat ke-rem ke situ semua.

6. Segara itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran. Sehingga mentrigger ekonomi.

7. Pembayaran tunjangan untuk dokter, dokter spesialias, untuk tenaga medis, segera keluarkan.

8. Belanja-belanja untuk peralatan segera keluarkan. Ini sudah disediakan. Rp75 triliun seperti itu.

9. Bansos yang ditunggu masyarakat segera keluarkan. Kalau ada masalah lakukan tindakan-tindakan lapangan.

10. Meskipun sudah lumayan, tapi baru lumayan. Ini extra ordinary. harusnya 100%.

11. Di bidang ekonomi juga sama. Segera stimulus ekonomi bisa masuk ke usaha kecil, usaha mikro Mereka nunggu semuanya. Jangan biarkan mereka mati dulu baru kita bantu, enggak ada artinya.

12. Berbahaya sekali kalau perasaan kita seperti enggak ada apa-apa. berbahaya sekali. Usaha mikro, usaha kecil, menengah, usaha gede, perbankan, semuanya yang berkaitan dengan ekonomi.

13. Manufaktur, industri, terutama yang padat karya. Beri prioritas pada mereka supaya enggak ada PHK. Jangan sudah PHK gede-gedean. Duit serupiah pun belum masuk ke stimulus ekonomi kita.

14. Hanya gara-gara urusan peraturan, urusan peraturan. Ini extra ordinary. saya haru ngomong apa adanya. Ada progress yang signifikan enggak ada. Kalau mau minta Perppu lagi saya buatin perppu. Kalau yang sudah ada belum cukup. Asal untuk rakyat, asal untuk negara.

15. Saya pertaruhkan reputasi politik saya. Sekali lagi tolongg ini betul-betul dirasakan kita semuanya, jangan sampai ada hal yang justru mengganggu.

Sekali lagi, langkah-langkah extra ordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah kepemerintahan. Akan saya buka. Langkah apapun yang extra ordinary akan saya lakukan.

16. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara. Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja resuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu sudah.

(Angkat tangan)

17. Artinya tindakan-tindakan yang extra ordinary keras akan saya lakukan. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan. Saya betul-betul minta pada bapak ibu dan saudara sekalian mengerti memahami apa yang tadi saya sampaikan. Kerja keras, dalam suasana seperti ini sangat diperlukan.

Kecepatan dalam suasana seperti ini sangat diperlukan. Tindakan-tindakan di luar standar saat ini sangat diperlukan dan manajemen krisis. Sekali lagi kalau payung hukum masih diperlukan saya akan siapkan. Saya rasa itu.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan