Berikut Cara agar Tagihan Listrik Tak Membengkak


Listrik merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat Indonesia, sehingga, bila warga tiba-tiba menerima tagihan listrik lebih dari yang biasanya, maka mereka akan mencurigai adanya kenaikan tarif listrik yang oleh PT PLN (Persero).

Padahal, bila dianalisa lebih mendalam ada penyebab dari kenaikan tagihan listrik tersebut. Salah satunya yaitu penggunaan barang elektronik secara berlebihan ketika masyarakat memutuskan untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH) saat masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Lalu bagaimana agar tagihan listrik tidak membengkak?

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini menilai kebijakan WFH tak dapat dipungkiri memang membutuhkan laptop atau komputer untuk mendukung kerja masyarakat. Bahkan, untuk mendapatkan kenyamanan saat bekerja, mereka juga mengaktifkan AC selama 24 jam penuh.

Menurut dia, sebaiknya penggunaan AC di dalam rumah itu dipakai dengan memperhatikan waktu pemakaiannya. Nantinya, tagihan listrik dapat terkontrol dan tak jebol seperti bulan-bulan sebelumnya.

"Misalnya jika di rumah ada 3-4 AC, batasi 2 atau 3 AC, atau di buat jadwal bergiliran siapa yang bisa menyalakan AC dan siapa yang tidak, atau bekerja dalam 1 ruangan, tidak di kamar masing-masing," kata Mike kepada Okezone, Selasa (9/6/2020).

Kemudian, untuk penggunaan laptop dan komputer sebaiknya hanya dipakai saat bekerja dan belajar. Lalu, diharapkan agar masyarakat tak menggunakan gadget itu untuk berselancar mencari-cari barang di portal belanja daring.

"Hindari menghibur diri dengan shopping ke berbagai e-commerce, karena membuat kita terdorong belanja, ini bisa membuat konsumtif," ujarnya.

Tak hanya pemakaian AC dan laptop, lanjut dia, penggunaan mesin cuci setiap hari juga dinilai sebagai salah satu penyebab tagihan listrik di rumah membengkak. Ia mengimbau agar kegiatan mencuci itu dapat dihemat dengan hanya dua kali dalam seminggu.

"Kegiatan kebersihan seperti mencuci dengan mesin cuci juga tidak perlu setiap hari, bisa dibatasi 2 kali seminggu," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Jubir Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia memastikan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik bagi seluruh pelanggan PLN yang tersebar di pelosok Indonesia. Keluhan warga itu dinilai karena selama ini masyarakat banyak yang bekerja dari rumah, disaat pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan