dr Reisa: Kalau 70% Penduduk Enggan Bermasker, Tak Akan Berhasil Putus Corona


Dokter (dr) Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat patuh bermasker demi memutus rantai penyebaran COVID-19. Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 itu menekankan pentingnya penggunaan masker dan penerapan protokol kesehatan selama pandemi.

"Kita harus bersama-sama sekaligus pada saat yang bersamaan menerapkan protokol kesehatan. Karena sebenarnya protokol kesehatan ini mudah dilaksanakan apabila kita tidak sendirian melaksanakannya," kata dr Reisa dalam konferensi pers seperti ditayangkan YouTube BNPB, Jumat (26/6/2020).

Reisa mengingatkan masyarakat soal jarak aman saat berinteraksi dengan orang lain. Jarak aman ini harus dipatuhi semua orang, bukan satu atau dua orang saja.

"Pastikan kita benar-benar berjarak 1-2 meter dari orang lain dan orang yang dekat dengan kita juga harus melakukan hal yang sama," kata dr Reisa.

Reisa meminta masyarakat patuh bermasker di publik. Jika mayoritas penduduk masih enggan bermasker, dia menyebut rantai COVID-19 akan sulit terputus.

"Gunakan masker di ruang publik, jangan hanya 1-2 orang. Semua orang di ruangan tersebut harus memakainya. Tentunya sesuai panduan yang baik dan benar," sebut Reisa.

"Kalau sebanyak 70 persen penduduk belum mau menggunakan masker, kita tidak akan berhasil memutus penularan COVID-19 ini," tutur Reisa.

Jumlah kasus positif Corona di Tanah Air bertambah 1.240, sehingga total menjadi 51.427 hari ini. Pasien meninggal dunia bertambah menjadi 2.683.

Berdasarkan sebaran di 34 provinsi, kasus positif Corona di Jatim kini menjadi yang terbanyak dengan angka 10.901. Disusul oleh Jakarta dengan angka 10.796.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan