Kecam Rencana Aneksasi Tepi Barat oleh Israel, Menlu Retno Surati 30 Negara

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengatakan Indonesia mengecam rencana aneksasi tepi barat Yordan yang dilakukan oleh Israel. Rencana itu dinilai ilegal serta bertentangan dengan resolusi PBB dan hukum internasional.

"Bangsa Indonesia dalam beberapa kesempatan seperti yang ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri mengecam keras dalam perencanaan aneksasi wilayah Palestina di tepi barat oleh Israel. Rencana tersebut ilegal dan bertentangan dengan berbagai resolusi PBB dan hukum internasional," kata juru bicara (jubir) Kemlu, Teuku Faizasyah, saat press briefing virtual, Rabu (10/6/2020)

"Rencana tersebut juga mengancam stabilitas dan keamanan kawasan serta semakin menjauhkan penyelesaian konflik berdasarkan solusi dua negara," sambungnya.

Faizasyah mengatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mewakili Indonesia sudah beberapa kali mendesak masyarakat internasional agar menolak rencana tersebut. Untuk itu, Kemlu telah mengirimkan surat ke 30 negara sahabat sebagai respons penolakan rencana aneksasi yang direncanakan oleh Israel.

"Indonesia mendesak masyarakat internasional untuk menolak rencana tersebut dan ini sudah beberapa kali ditekankan oleh Ibu Menteri Luar Negeri. Ibu Menteri Luar Negeri telah mengirimkan surat ke 30 negara sahabat untuk menarik perhatian negara sahabat tersebut, untuk juga mengambil sikap dan merespon menolak rencana aneksasi tersebut," tutur dia.

"Di antaranya disampaikan surat kepada beberapa menteri luar negeri dan ibu juga sudah berbicara telepon dengan beberapa anggota OIC (Organisation of Islamic Cooperation)," sambungnya.

Faizasyah menyampaikan bahwa Menlu Retno dalam beberapa kesempatan juga sudah menyampaikan sikap Indonesia terkait hal tersebut. Dalam beberapa kegiatan yang dilakukan Menlu Retno mencoba menarik perhatian dunia untuk menghindari eskalasi permasalahan atas rencana aneksasi tersebut.

"Kita mencatat bahwa dalam beberapa kesempatan, Menteri Luar Negeri telah menyampaikan prinsip Indonesia termasuk beberapa kegiatan yang dilakukan oleh ibu Menteri untuk menarik perhatian dunia internasional, sehingga kita bisa menghindarkan adanya eskalasi permasalahan atas rencana aneksasi yang dilakukan Israel," ucap Faizasyah. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan