Ketua OJK Blakblakan Cara Cepat Pulihkan Ekonomi


Pemulihan maupun pertumbuhan ekonomi dinilai sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah menangani penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, segala kebijakan dan stimulus yang telah dikeluarkan diharapkan bisa segera mengatasi wabah virus corona ini.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, proses recovery bisa diselesaikan dengan cepat, apabila semua masyarakat patuhi kepada protokol kesehatan. Di mana protokol kesehatan tidak boleh ditawar harus diterapkan.

Kemudian protokol kesehatan harus diterapkan pada semua sektor. Seperti transportasi hingga pusat perbelanjaan atau mal.

"Lalu apabila ada orang menikah sementara ini jangan mengundang keramaian dan restoran juga harus memenuhi protokol kesehatan," ujar dia pada acara diskusi online bersama UNS, Sabtu (20/6/2020).

Walaupun protokol kesehatan berimbas penurunan penjualan, seperti restoran yang kapasitas sebelumnya 100% menjadi 50%. Konsekuensinya pendapatan juga turun 50%.

"Tapi tentunya hasil ini sangat penting. Daripada tidak menerapkan protokol kesehatan yang mengakibatkan kematian banyak orang," ungkap dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberi gambaran bahwa krisis akibat Pandemi Covid-19 tidak akan selesai sampai akhir tahun 2020. Di mana pada tahun 2021 dan 2022 akan ada recovery.

Namun, lanjut dia, pemerintah sudah menyiapkan skenario defisit anggaran dan akan mengembalikannya di tahun 2023. Hal itu guna mempunyai ruang untuk melakukan stimulus fiskal maupun pembiayaan.

"Jadi, apabila dilihat dari segi ekspor impor, neraca ekspor turun dan yang bisa menahan penurunan adalah sektor industri pengolahan. Mining mengalami penurunan, kemudian oil and gas. Dari segi impor, konsumsi juga menurun banyak. Bahan baku turun. Lalu, yang menjadi catatan adalah capital juga turun, itu berarti investasi turun dan penciptaan lapangan terbatas," ujar dia.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan