Mahfud MD: Pemerintah Telah Sediakan 7.634 Titik Internet Gratis

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD menyebut pemerintah telah menyiapkan 7.634 titik internet gratis yang tersebar di seluruh daerah. Hal ini dilakukan untuk memberi dukungan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk masuk pasar digital.

"Pemerintah melalui Kemkominfo telah menyediakan 7.634 titik internet gratis agar masyarakat bisa memanfaatkan ruang digital secara positif. Untuk menunjang UMKM go online pemerintah perlu meningkatkan infrastruktur internet, membangun palapa ring ini sudah," kata Mahfud dalam webinar 'Peran Aktif Pemerintah Daerah dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI)' Selasa, (23/6/2020).

Mahfud memastikan gerakan BBI bisa sesuai harapan untuk mendorong 2 juta UMKM menggunakan platform digital sampai akhir tahun. Saat ini sendiri sudah lebih dari 500.000 UMKM yang masuk dalam ekosistem digital.

"Saya dan kawan-kawan di Kemenko Polhukam harus bisa memastikan pemerintah bersama pelaku digital bahwa gerakan ini bisa berhasil sesuai dengan yang diharapkan dengan bergotong-royong memberi dukungan konkret bagi para pelaku UMKM secara online melalui gerakan nasional BBI," ucapnya.

Cara yang akan dilakukan adalah dengan membuat tim diseminasi informasi dalam mempromosikan produk dalam negeri, membuat key message dalam bentuk konten yang menarik, hingga yang paling utama bekerja sama dengan platform online.

"Di tingkat pemerintah, kantor-kantor pemerintah harus mengerjakan ini, harus terbiasa dengan masalah infografis, video dan sebagainya. Kemudian kampanye melalui kerja sama dengan e-commerce, platform digital seperti dengan Tokopedia, Shopee, Grab, Gojek, Bukalapak dan platform lainnya," sebutnya.

Selain itu, petani dan kelompok nelayan disebut juga harus terlibat dalam diseminasi. Sebab tidak sedikit bahan baku UMKM yang berasal dari sana.

"Kalau luar negeri perlu melibatkan KBRI dan atase-atase perdagangan serta institusi bisnis Internasional dan orang-orang kita sebenarnya mampu melakukan ini semua termasuk aplikasi-aplikasi yang canggih itu sudah kita punya anak-anak yang bisa menggarapnya sendiri sebenarnya," imbuhnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan