Tagihan Listrik Bengkak, Kementerian BUMN: Tak Mungkin PLN Bohong


Baru-baru ini publik tengah dihebohkan dengan melonjaknya tagihan listrik. Bahkan beberapa masyarakat mengaku tagihan listriknya mencapai tiga kali lipat dari biasannya.

Lantas benarkah ada kenaikan tarif listrik? Atau justru konsumsinya yang semakin besar?

Untuk membuktikannya, masyarakat diminta untuk mengecek meteran listrik di rumahnya masing-masing. Kemudian, cocokan meteran yang ada dengan tagihan sebelum adanya virus corona.

Kemudian, masyarakat bisa menghitung berapa tagihan pada bulan terakhirnya. Kemudian dari tagihan tersebut, dihitung kembali berapa kWh yang dipakai.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, anggapan mengenai PLN yang membohongi publik sama sekali tidak benar. Mengingat meteran listrik berada di rumah masing-masing pelanggan dan bukan di PLN.

"Jadi, dengan membandingkan meteran sebelum corona dan setelah corona lihat aja, dibandingkan dan dikalikan kWhnya pasti nanti totalnya segitu juga. Kami lihat ada distorsi-distorsi dilakukan beberapa pihak, sebenarnya kalau dia mau clear bisa," ujarnya di Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Jika ada komplain, masyarakat bisa mengirimkan foto meteran kepada PLN lewat pesan singkat WhatsApp. Nantinya PLN akan menghitung jumlah konsumsi listriknya sehingga bisa dibandingkan dengan tagihan sebelumnya.

"Jadi ini yang perlu kita sadari bersama-sama kami tidak mungkin membebani publik dengan kondisi saat ini sangat enggak mungkin," kata Arya.

Menurut Arya penjelasan manajemen PLN atas keluhan masyarakat sudah sangat jelas. Menurutnya, selama pandemi petugas PLN tidak dapat menghitung meteran ke rumah-rumah pelanggan sehingga PLN mengambil rata-rata penggunaan listrik selama tiga bulan.

"Pada bulan ketiga, teman-teman PLN sudah datang ke rumah, dia (PLN) cek ternyata ada kelebihan, nah kelebihan ini pada dua bulan sebelumnya, kelebihan pada satu bulan sblmnya ditambah kelebihan pada bulan ketiga, ini mereka jumlahkan ke atas. Jadi nambah, ada penambahan," kata Arya.

Menurut Arya, PLN memahami apa yang menjadi kesulitan masyarakat. Oleh sebab itu, PLN memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk membayar kelebihan penggunaan listrik dengan cara mencicil selama dua bulan atau tiga bulan.

"Ini yang kita lihat bahwa memang tidak ada perubahan dari tarif daftar listrik sama sekali. Yang paling sederhana lihat saja meteran kita pada bulan terakhir sebelum corona, kemudian dihitung pada bulan terakhirnya, berapa meteran yang kita punya, dihitung saja dengan tagihan terakhir," jelas Arya.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan