Wapres Ma'ruf Amin Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa


Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin dianugerahi gelar Doktor Kehormatan atau Doktor Honoris Causa (Dr.Hc) oleh Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Basri Moding, pada pagi ini, Selasa (23/6/2020). Ma'ruf Amin diberi gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang ilmu manajemen, keminatan manajemen syariah.

Dalam pidatonya, Ma'ruf Amin mengapresiasi para jajaran UMI yang telah memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada dirinya. Ia juga sekaligus mengucapkan selamat atas hari jadi UMI yang ke-56 yang bertepatan jatuh hari ini.

"Saya ingin mengawali pidato ini dengan menyampaikan selamat kepada sivitas akademika UMI. Saya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada dokter dan seluruh akademika UMI yang pada hari ini menganugerahi gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang ilmu manajemen, keminatan manajemen syariah kepada saya," ujar Ma'ruf Amin dalam video yang diterima Okezone.

Ma'ruf Amin memaknai pemberian gelar Doktor Honoris Causa sebagai penghargaan. Sebab, ia merasa turut menjadi bagian dari proses pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

"Saya menerima penganugerahan ini disertai ajakan agar UMI dapat turut berkiprah pengembangan ekonomi nasional khususnya ekonomi syariah. Kita masih butuh perjalanan panjang untuk menjadikan ekonomi syariah dalam pembangunan nasional," imbuhnya.

Ma'ruf membeberkan perjalanan panjang ekonomi syariah yang berkembang di Indonesia sesuai dengan gelar doktor Honoris yang disematkan UMI kepada dirinya. Kata Ma'ruf, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang.

"Ekonomi syariah yang berkembang di Indonesia saat ini merupakan hasil perjuangan panjang melalui pengorganisasian yang cermat dari sisi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi secara terus menerus dari para pemangku kebijakan dan pelaku ekonomi syariah," terangnya.

Ma'ruf bercerita tentang keikutsertaannya dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Dimana, saat itu banyak dorongan dari para ulama untuk mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia hingga lahirnya Bank Mualamat.

"Oleh karena itu pada tahun 1990 Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan lokakarya tentang bunga bank yang kemudian mendorong lahirnya Bank Mualamat sebagai bank syariah pertama pada tahun 1991," jelasnya.

Ma'ruf mengatakan, keberadaan Bank Muamalat lahir sebelum adanya undang-undang (UU) perbankan. Dimana, UU tersebut mengatur tentang bank dengan sistem bagi hasil pada tahun 1992. "Momen itu sangat bersejarah bagi umat Islam di Indonesia yang sudah sekian lama mempunyai cita-cita berdirinya lembaga keuangan syariah," pungkasnya.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan