Cara Erick Thohir-Menaker Berdayakan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tentang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas Pada BUMN.

MoU ini merupakan wujud dari kehadiran negara untuk melaksanakan pasal 53 ayat 1 UU 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas yangg mewajibkan pemerintah, Pemda, BUMN dan BUMD untuk mempekerjakan paling sedikit 2% penyandang disabilitas dari jumlah pegawai yang ada.

"Hari ini, Kemenaker dan Kementerian BUMN bersinergi memastikan bahwa tidak hanya ketersediaan fasilitas, tapi juga keberpihakan kepada masyarakat penyandang disabilitas. Kita harus memberikan kesempatan yang sama kepada saudara kita yang membutuhkan. Komitmen 2% sudah terwujud, di mana sudah sebanyak 178 tenaga kerja yang kami rekrut tahun ini," ujar Erick di Kemenaker, Rabu (22/7/2020).

Dia mengatakan bahwa program ini juga merupakan bentuk komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk masyarakat yang berkebutuhan khusus.

"Komitmen ini real. Saat Asian Games ke-18 lalu, yang Beliau ingatkan ke saya, apakah fasilitasnya sudah ramah belum terhadap masyarakat disabilitas?" ungkapnya.

Erick mengatakan, dalam kondisi pandemi Covid-19 dan upaya memulihkan ekonomi, janganlah melihat kekurangan, tapi bagaimana fokus kerja tetap dijalankan. Selain fokus kerja, dia juga memohon dukungan Ida ke depannya.

"Saya juga mohon agar bisa bersinergi dengan ibu di tugas tambahan, yaitu program-program yang kita bisa sinergikan, terkait kesempatan pembukaan lapangan kerja dengan kondisi hari ini dan memastikan bantuan kepada pekerja informal dan formal yang sangat membutuhkan," tambahnya.

Da juga meminta agar sinergi ini menjadi satu paduan, sebuah tugas yang dilaksanakan bersama, bukan secara ego sektoral. Erick juga memohon maaf karena dirinya tidak menghadirkan para Direktur Utama BUMN dalam penandatanganan MoU hari ini.

"Kebetulan di sini yang saya hadirkan bukan jajaran Direktur Utama, tapi direktur-direktur SDM, bukannya tidak menghormati, ini policy saya. Soalnya kalau Dirut kebanyakan acara, kapan kerjanya? haha. Apalagi target KPI mereka juga sangat berat," ucapnya.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan