Jurus Maut Mendag Tingkatkan Ekspor di Era Covid-19, Andalkan Produk Farmasi


Pandemi covid-19 turut memengaruhi kinerja ekspor Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Perdagangan menerapkan beberapa strategi peningkatan ekspor Tanah Air.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, fokus jangka pendek ekspor Indonesia ke pasar global adalah dengan pengembangan produk yang konsentrasi ke produk yang pertumbuhannya positif selama pandemi Covid-19.

"Seperti seperti makanan, minuman dan alat kesehatan. Kemudian, produk yang kembali pulih yaitu automotif dan TPP. Produk yang baru muncul karena pandemi seperti farmasi dan inovasi baru atau hasil relokasi industri dari negara lain ke Indonesia," ujar Agus dalam Webinar Seller Market Orientation Kadin Indonesia, Rabu (22/7/2020).

Sementara itu, untuk pendekatan pasar dalam satu tahun ke depan akan difokuskan kepada negara-negara yang telah menangani pandemi Covid-19 dengan baik.

"Seperti Australia, New Zealand, Inggris, Jerman, Italia, Prancis, UEA, Saudi Arabia, Kuwait, Qatar, Aljazair, Kanada dan Meksiko," kata dia.

Untuk jangka menengah dan panjang, Agus mengatakan, pihaknya akan memfokuskan kepada mempertahankan pangsa pasar produk yang mempunyai market power di negara tujuan ekspor. Selain itu, Kemendag juga akan meningkatkan pangsa pasar yang emerging atau potensial.

"Kemudian, losing product yang produknya harus dipulihkan karena tren ekspornya turun dalam lima tahun," ucapnya.

Tidak hanya itu, Kemendag juga akan meningkatkan regulasi dan optimalisasi penggunaan e-commerce dengan menerbitkan Permendag Nomor 50 tahun 2020 sebagai turunan PP Nomor 80 tahun 2019 dalam menertibkan izin usaha bagi pelaku bisnis lokal atau asing periklanan pembinaan dan pengawasan pelaku usaha dalam perdagangan melalui sistem elektronik dan UMKM.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan