Kementerian PUPR Perbaiki 21 Sekolah di Maluku yang Rusak Akibat Gempa


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) rehabilitasi dan rekonstruksi 21 sekolah dan 1 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Maluku. Bangunan tersebut rusak akibat bencana gempa bumi Ambon pada 26 September 2019.

Proses rehabilitasi dan renovasi fasilitas pendidikan di Maluku ini merupakan bagian dari penanganan pascabencana gempa Ambon 2019 dengan anggaran Rp 79 miliar. Pengerjaannya dilakukan oleh kontraktor PT Nindya Karya dan konsultan PT Indah Karya.

Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo mengatakan, pemerintah tengah mengerjakan beberapa proyek terkait penanggulangan bencana gempa bumi Ambon, salah satunya rehabilitasi fasilitas pendidikan baik sekolah dan perguruan tinggi

"Rehabilitasi ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang dikerjakan Kementerian PUPR. Ini juga merupakan harapan bapak Presiden Joko Widodo akan apa yang kami kerjakan demi kepentingan rakyat," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020).

Sebanyak 21 sekolah yang direhabilitasi berada di tiga lokasi, yakni 7 sekolah di Kota Ambon, 10 sekolah di Kabupaten Maluku Tengah, dan 4 sekolah di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Tahap rehabilitasi sekolah ini sudah dimulai sejak 27 Januari 2020 dengan anggaran berasal dari APBN yang terbagi ke dalam dua paket pekerjaan, Paket I senilai Rp 36,6 miliar dan Paket II Rp 8,44 miliar.

Rusak Berat

Salah satu sekolah yang diperbaiki yakni SDN 91 Waiheru yang mengalami rusak berat. Pengerjaan dilakukan dengan pembangunan dua gedung baru masing-masing dibangun enam ruang kelas belajar (RKB).

Di samping itu juga dibangun ruangan baru berukuran 7x8 meter sebagai kantor, renovasi ruang guru dan ruang komputer. Total anggaran rehabilitasi sekolah ini sebesar Rp 14,16 miliar.

Pemerintah juga melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi satu PTKIN di Maluku, yakni Gedung Rektorat IAIN Ambon. Saat ini, progres fisik rehabilitasi gedung rektorat mencapai 54 persen.

Target Selesai

Pekerjaan ini mulai dilaksanakan pada Januari dan ditargetkan selesai pada Oktober 2020. Konstruksi ini terbagi menjadi dua paket pekerjaan, nilai kontrak Paket I sebesar Rp 386 juta dan Paket II Rp 21,1 miliar.

Di samping rehabilitasi gedung rektorat, Kementerian PUPR juga membangun dua gedung lain di IAIN Ambon yakni gedung perpustakaan dan laboratorium MIPA. Adapun pengerjaan kedua gedung ini rencananya akan dimulai pada Agustus 2020, dan target selesai pada 2021.[liputan6.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan