Ma'ruf Amin: Pemerintah Siapkan Rp 2,7 T untuk 21 Ribu Pesantren


Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pemerintah saat ini telah memberikan alokasi dukungan anggaran yang diperuntukkan bagi 21 ribu pesantren sebesar Rp 2,7 triliun.

"Menurut hitungannya Pak Menteri (Menteri Agama) ini 21 ribu lembaga pesantren, itu bantuan operasionalnya Rp 2,38 miliar, untuk internetnya juga dikasih 317 miliar untuk batuan internetnya. Ini untuk penanganan kesehatan Madrasah Diniyah, lembaga pendidikan Alquran, dan pelajaran daring juga dianggarkan," kata Ma'ruf dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (18/7/2020).

Selain bantuan sarana dan prasarana, Ma'ruf menyatakan pesantren juga mendapat bantuan dukungan pemeriksaan kesehatan, juga insentif yang akan diberikan kepada para ustaz sebagai wujud bantuan dana sosial yang diberikan melalui Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

"Ada insentif untuk ustaz-ustaz melalui Kemensos dan Kemendes, kemudian juga ada dukungan pemeriksaan kesehatan, sarana kesehatan, untuk memenuhi protokol kesehatan dibantu oleh Gugus Tugas BNPB, BPBD, dan juga Dinas Kesehatan di daerah-daerah. Kemudian pembangunan tempat wudu, MCK, cuci tangan ini juga oleh Kementerian PUPR," kata Ma'ruf Amin.

Dia juga meminta kepada seluruh yayasan pengelola pesantren untuk memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini ditegaskan sebelum mereka kembali membuka kegiatan belajar mengajarnya untuk para santri.

"Pertama itu yang masuk harus steril, harus sudah di-rapid, dites dulu bahwa dia tidak positif," kata Ma'ruf.

Pengaturan untuk cegah klaster Covid-19

Menurut Ma'ruf jika hal itu sudah dijalankan dengan baik, maka kompleks pesantren adalah lingkungan teraman dari penularan Covid-19. Sebab, memiliki sistem asrama yang tidak mengizinkan adanya aktivitas di luar, terutama bagi para santri.

"Kan (seperti) dikarantina, kemudian dikawal jangan sampai dia (santri) keluar, jangan sampai ada orang masuk," jelas Ma'ruf.

Selain pencegahan itu, Ma'ruf meminta agar pesantren dapat dilakukan perbaikan sarana dan prasarana pada pesantren agar dapat memaksimalkan penerapan protokol kesehatan.

"Saya harap pesantren dapat membangun tempat cuci tangan dan pengaturan kamar tidur untuk menghindarkan potensi klaster baru penularan Covid-19," kata Ma'ruf.[liputan6.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan