Mensos Siap Rehabilitasi Ratusan Anak Korban Eksploitasi WN Francis


Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara menyatakan kesiapannya untuk melakukan pemulihan dan rehabilitasi terhadap ratusan anak di bawah umur yang menjadi korban eksploitasi oleh warga negara Francis FAC alias Frans (65).

Menurut Juliari, pihaknya akan segera menyiapkan sejumlah lokasi di Jakarta untuk ratusan anak tersebut jika nantinya dibutuhkan.

"Kami siap untuk menampung korban apabila diperlukan untuk direhabilitasi. Tentunya apabila diberi mandat untuk melakukan rehabilitasi kami siap selama proses hukum berlangsung dan proses pemulihan," kata Juliari saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/7/2020).


Juliari mengaku bangga, namun juga prihatin atas terungkapnya kasus eksploitasi kepada anak-anak yang terus berulang tersebut. Karena itu, kata dia, ke depan diperlukan bantuan semua pihak guna mencegah terjadinya kasus eksploitasi terhadap anak.

"Paling mudah adalah sistem early warning sistemnya harus lebih baik. Saya kira Polda Metro sudah baik sekali bisa mengungkap kasus ini," ungkapnya.


Juliari berharap kasus ini nantinya bisa diproses sesuai hukum dan pelaku mendapat hukuman yang sesuai. "Kami berharap proses hukum berjalan dan dapat hukuman setimpal," tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Polda Metro Jaya membongkar kasus eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap 305 orang anak di bawah umur yang dilakukan Warga Negara Francis di beberapa hotel di Jakarta.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sujana mengungkapkan, kasus ini terungkap setelah petugas mendapat informasi adanya kasus eksploitasi anak di sebuah hotel di Jakarta Barat. Setelah dilakukan penyelidikan polisi menangkap seorang pelaku berinisial FAC (65) alias Frans.

Dari hasil pemeriksaan polisi, kata Nana, terungkap bahwa pelaku sudah melakukan eksploitasi terhadap ratusan anak di bawah umur. Hal itu terlihat dalam video rekaman dalam laptop pelaku. "305 orang anak di bawah umur ini berdasarkan data video yang ada di laptop dalam bentuk film. Jadi, seluruh data yang ada pelaku videokan. Ada video yang tersembunyi dikamar ketika melakukan actionnya," ungkap Nana. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan