Pedagang Curhat Omzet Turun, Jokowi: Di Negara Lain Nggak Laku

Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang ini menerima kunjungan dari para pedagang kecil di kawasan Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Para pedagang tersebut berkumpul di halaman Istana Bogor untuk dibagikan bantuan modal kerja sebesar Rp 2,4 juta.

Dalam acara itu, para pedagang curhat omzet usahanya turun drastis akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Mulai dari pedagang sayur keliling, pedagang es, dan pedagang sembako.

Menanggapi itu, Jokowi mengatakan pandemi Corona ini tak hanya melanda Indonesia, tetapi juga 250 negara lainnya. Menurut mantan Gubernur DKI itu, kondisi pedagang di negara lain pun lebih parah.

"Ingat loh ya, di negara-negara lain itu sampai berjualan itu nggak laku sama sekali karena lockdown. Ya kalau lockdown semua ditutup. Orang nggak boleh ke luar rumah, orang nggak boleh bepergian, hanya boleh di rumah. Seperti negara-negara di Eropa sana, lockdown semua. Kita bisa membayangkan," kata Jokowi dalam acara pembagian modal kerja di Istana Bogor, yang disiarkan langsung melalui Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (24/7/2020).

Meski omzet menurun drastis, Jokowi meminta para pedagang tetap bersyukur.

"Oleh sebab itu kita masih patut bersyukur. Omzetnya msh Rp 300 ribu, tadi masih Rp 200 ribu, masih Rp 150 ribu, disyukuri. Kita memang harus bersyukur pada Allah SWT," urainya.

Ia meminta, para pedagang tersebut bekerja lebih keras dalam menghadapi dampak pandemi ini. "Karena memang ya di keadaan sulit ini cobaannya harus kita hadapi. Dengan bekerja lebih keras lagi, berusaha lebih keras lagi. Jangan ada kata-kata menyerah," tutur Jokowi.

Meski begitu, dalam awal sambutannya ia mengatakan kondisi perekonomian, khususnya di level pedagang tersebut pada bulan Juni jauh lebih baik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Ia berharap, di bulan Juli dan Agustus ini kondisinya bisa kembali normal.

"Omzet memang turun karena permintaan memang menurun. Tetapi data yang saya punyai kemarin mulai bulan Juni sudah mulai naik lagi. Insyaallah ini bulan Juli, nanti Agustus juga akan naik lebih tinggi lagi, sehingga kita harapkan segera kita berada pada posisi yang normal kembali. Sehingga omzet bapak-ibu dalam berusaha bisa normal kembali. Yang kita harapkan itu," tandas dia. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan