Anggaran Rp15,4 Triliun Digelontorkan demi Listrik Gratis


Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat total anggaran dari tiga program stimulus tagihan listrik mencapai Rp15,4 triliun. Sementara, total pelanggan yang sudah mendapatkan bantuan listrik mencapai 33,64 juta pelanggan.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, anggaran yang digelontorkan pemerintah tersebut menyasar ke 33,64 juta pelanggan yang terbagi ke dalam beberapa sektor yakni, sektor Rumah Tangga, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Sektor, sosial, sektor bisnis dan Industri berskala besar.

"Jumlah pelanggan PLN yang dibantu melalui tiga program stimulus ini baik di sektor rumah tangga, UMKM, sektor industri yang lebih besar, sektor sosial sudah tercatat kurang lebih ada 33,64 juta pelanggan. Dan kemudian untuk membantu atau melaksanakan stimulus tersebut sementara ini kami perkirakan dana yang dikeluarkan oleh negara mencapai Rp15,4 triliun," ujar Rida dalam Webinar, Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Dia menyebut langkah relaksasi itu bertujuan memberikan keringanan bagi masyarakat, UMKM, serta pelaku bisnis dan industri di tengah pandemi Covid-19. Karena itu, semua anggaran dan jumlah pelanggan listrik yang diperkirakan pemerintah telah difinalisasi oleh kementerian terkait.

"Dan semuanya sudah diperkirakan dan dibicarakan dengan kementerian terkait. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan sangat bermanfaat, dan kehidupan semakin membaik dan juga kita juga berupaya agar tidak terkena Covid-19," katanya.

Sebelumnya, Rida menyebut kebutuhan anggaran untuk stimulasi listrik mencapai Rp15,39 triliun. Total anggaran ini mencangkup diskon tarif listrik bagi rumah tangga 450 VA dan 900 VA subsidi sampai keringanan listrik industri dengan daya 1.300 VA ke atas.

Jika dirinci stimulus ketenagalistrikan ini terbagi menjadi 3 kategori utama. Pertama diskon tarif listrik 100% bagi 450 VA dan 50% bagi 900 VA bersubsidi yang sudah berjalan dari April-Juni 2020 dan diperpanjang lagi sampai Juli-September 2020. Sampai September 2020, kebutuhan biayanya mencapai Rp7,83 triliun.

Kemudian program ini diperpanjang lagi sampai Oktober-Desember 2020. Dengan demikian ada tambahan biaya Rp4,33 triliun yang harus disediakan pemerintah.

Kedua, diskon 100% tarif listrik bagi pelanggan bisnis dan industri 450VA. Program ini sempat diputuskan berjalan selama Mei-Oktober 2020 dan memakan biaya Rp109,02 miliar. Belakangan pemerintah memperpanjangnya dari November-Desember 2020 sehingga menelan biaya tambahan Rp42,05 miliar.

Ketiga, keringanan tarif listrik bagi pelanggan sosial, bisnis, industri, dan layanan khusus yang berlangsung selama Juli-Desember 2020. Keringanan selama 6 bulan ini diperkirakan menghabiskan biaya Rp3,07 triliun.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan