Arahan Lengkap Jokowi Agar Kasus Corona di Aceh Tak Membesar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan mengenai penanganan COVID-19 terintegrasi di Provinsi Aceh. Jokowi pun mengapresiasi pengendalian COVID-19 yang dilakukan Provinsi Aceh.

"Kita semuanya patut bersyukur, alhamdulillah bahwa di Aceh sampai hari ini, saya tadi dapat laporan dari Pak Gubernur 1.241 kasus. Jadi masih dalam angka yang kecil," ujar Jokowi dalam pengarahan yang disiarkan kanal YouTube Setpres, Selasa (25/8/2020).

Kendati demikian, Jokowi meminta Provinsi Aceh untuk terus waspada. Dia mewanti-wanti agar pemerintah Aceh untuk tak membiarkan angka kasus positif COVID-19 yang relatif lebih kecil dibandingkan wilayah lain membesar.

"Jangan dibiarkan untuk membesar lagi. Kasus baru 30 dan yang sembuh 191. Mumpung masih dalam jumlah yang kecil, Pangdam, Kapolda, agar Gubernur di-backup," kata Jokowi.

Berikut pengarahan lengkap Jokowi:

Pertama-tama saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Gubernur, pada Bapak Wali Nanggroe yang saya hormati, Ketua DPRA dan seluruh bupati, wali kota, serta seluruh gugus tugas, dokter, perawat, tokoh masyarakat, relawan dan tentu saja TNI dan Polri, Pangdam dan Kapolda yang telah bekerja keras. Semuanya bekerja keras tak kenal waktu dalam rangka mengendalikan Covid di provinsi Aceh.

Kita tahu sampai sampai hari ini di dunia ada 23,8 juta kasus, 23,8 juta kasus di 215 negara. Jadi hampir semua negara kena dan kematian di seluruh dunia sampai hari ini ada 816.000 yang meninggal. Kita semuanya patut bersyukur, alhamdulillah bahwa di Aceh sampai hari ini, saya tadi dapat laporan dari Pak Gubernur 1.241 kasus. Jadi masih dalam angka yang kecil, tetapi jangan dibiarkan untuk membesar lagi. Kasus baru 30 dan yang sembuh 191. Mumpung masih dalam jumlah yang kecil, Pangdam, Kapolda, agar Gubernur di-backup untuk yang berkaitan dengan hal-hal yang sudah sering saya sampaikan, memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, tidak berkerumunan, berdesakan, ini yang harus diulang-ulang terus agar masyarakat kita tahu betapa sangat bahayanya kalau kita enggak pakai masker, kalau kita berkerumun dalam jumlah yang banyak. Kedisiplinan protokol menjadi kunci sebelum yang namanya vaksinasi nanti dilakukan. insyaallah ini kita sudah mendapatkan komitmen dari Uni Emirat Arab dari China, totalnya 290 juta vaksin yang kita harapkan nanti insyaallah sebagian besar diproduksi di Indonesia, sebagian besar diproduksi di luar. Kita harapkan nanti insyaallah, nanti di bulan Januari sudah mulai kita vaksinasi.

Oleh sebab itu, kembali lagi bahwa ancaman Covid ini belum berakhir. Saya harapkan manajemen krisis betul-betul dilakukan, setiap unit manajemen kalau mau membuka sebuah wilayah tolong ada yang pertama prakondisi ini dilakukan terlebih dahulu. Prakondisi. Jangan tahu-tahu dibuka, entah mau membuka tempat wisata, mau membuka sebuah sektor tertentu. Yang kedua, setelah prakondisi, timing-nya. Cari timing yang pas dan tepat betul. Jangan tahu-tahu besok pagi dibuka misalnya. Ada timing-nya, ada kalkulasinya. Yang ketiga prioritas sektor. Ini penting sekali sektor mana yang didahulukan, yang memiliki risiko paling rendah dibuka dulu, yang memiliki risiko paling tinggi dibuka nanti yang paling akhir atau nggak usah dibuka terlebih dahulu. Kalau ini secara ketat kita kerjakan, insyaallah yang namanya angka kasus di provinsi Aceh ini akan terus bisa diperkecil, diperkecil dan bisa hilang dari provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Saya titip juga selain urusan yang berkaitan dengan kesehatan, yang berkaitan dengan urusan ekonomi ini gas dan remnya harus dikendalikan betul Pak Gubernur dan jajarannya. Karena memang semua negara mengalami produksi terganggu, supply terganggu, demand terganggu, semuanya terganggu. Semuanya, produksi, permintaan, supply, semua. Oleh sebab itu, ekonomi kita memang berada pada posisi yang tidak baik, tapi semua negara juga mengalami, apalagi negara-negara yang mengalami lockdown, ekonominya sampai minus 17, minus 21, minus 20. Kita Alhamdulillah di kuartal pertama kemarin berada di posisi 2,97. Tapi di kuartal kedua karena kita melakukan PSBB kita jatuh di minus 5,3 persen. Kita harapkan di kuartal ketiga ini insyaallah kita harus lebih baik dari kuartal pertama sehingga ekonomi kita bisa kita ungkit untuk bisa naik kembali.

Oleh sebab itu, sekali lagi yang berkaitan dengan bantuan sosial, yang berkaitan dengan stimulus ekonomi tolong Pak Gubernur beserta bupati, wali kota, betul-betul dicek betul. Bansos yang kita ada lewat BLT desa, lewat bansos tunai kemudian PKH, kemudian BPNT untuk sembako. Kemudian cek juga masalah subsidi listrik yang digratiskan untuk yang 450 betul-betul di lapangan, dilihat juga. Kemudian kemarin yang terakhir tadi juga sudah saya sampaikan mengenai banpres produktif yang kita berikan pada usaha mikro dan kecil sebesar Rp 2.400.000 langsung ke rekening-rekening mereka. Kita berikan ke 12 juta pelaku usaha dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, semuanya diberikan sebanyak 12 juta pelaku usaha mikro dan kecil. Ini kita harapkan bisa jadi stimulus ekonomi agar pertumbuhan ekonomi kita kembali normal kembali. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Sekali lagi agar betul-betul angka 1.241 dicegah jangan sampai nambah lagi, diisolasi. Dan memang strategi yang paling pas dari beberapa provinsi kabupaten kota yang melakukan adalah strategi intervensi berbasis lokal, strategi intervensi berbasis lokal, jadi PSBB di tingkat kampung, PSBB di tingkat desa itu yang paling gampang untuk dikelola manajemennya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan