Kemensos Gandeng Tanoto Foundation Tangani Stunting, Target Turun 14% di 2024

Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Tanoto Foundation dalam penanganan dan pengurangan, serta pencegahan stunting.

Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara mengatakan, kerja sama ini merupakan salah satu upaya turunkan angka stunting Indonesia menjadi 14 persen di 2024. Target ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Tentu bisa dicapai (target RPJMN) dengan melakukan program yang bertahap, terukur, teranggarkan, dan tereksekusi dengan baik," kata Mensos Juliari.

Pernyataan disampaikan Mensos di sela Kick Off Meeting Program Penanganan, Pengembangan dan Pencegahan Stunting di Media Center Jaring Pengaman Sosial Covid-19, Kemensos, Jakarta, Jumat (28/8/2020).

Lebih lanjut Mensos katakan, sesuai arahan Presiden Jokowi, fokus untuk menurunkan stunting, yakni bagaimana akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil maupun balita harus dipastikan tetap berlangsung dan tidak berhenti di tengah pandemi ini. Selain itu, bagaimana aspek promotif, edukasi, sosialisasi pada keluarga harus terus digencarkan sehingga meningkatkan pemahaman untuk pencegahan stunting.

"Kita harapkan ini menjadi gerakan bersama di masyarakat, serta bagaimana upaya penurunan angka stunting berkaitan dengan program perlindungan sosial terutama Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)," jelas Mensos.

Mensos akui, PKH dan BPNT adalah program Kemensos yang sudah berjalan sebelumnya. Kedua progran ini sudah memiliki jaringan, infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM), dan anggaran. Selain itu penerima PKH dan BPNT juga sudah terdata.

"Tinggal bagaimana membuat program tambahan pada dua program (PKH dan BPNT) agar lebih fokus (menangani stunting)," ujar Mensos Juliari.

Pada kesempatan yang sama, CEO Global Tanoto Foundation Satrijo Tanudjojo mengatakan, kerja sama dengan Kemensos akan dilakukan untuk menambah pengetahuan dan kemampuan dari pendamping PKH. Diakui Satrijo, pendamping PKH telah memiliki jaringan luas dan bisa membantu penanggulangan stunting.

Pendamping PKH diharap bisa memberi penyuluhan, mulai dari anak, remaja, ibu muda, hingga lansia agar mencegah stunting. Penyuluhan dilakukan dengan panduan modul-modul pelatihan yang dikerjakan bersama.

"Mereka (pendamping PKH) audah memiliki jaringan yang luas. (PKH dan BPNT) platform yang bagus," ujar dia.

Kepala Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial (Badiklitpensos) Kemensos Syahabuddin menambahkan, salah satu kerja sama yakni penguatan kapasitas pendamping sosial dalam pengembangan dan pengasuhan anak usia dini, yang meliputi ruang lingkup: penyusunan modul pendidikan dan pelatihan; pelatihan bagi fasilitator atau widyaiswara; pelaksanaan modul pendidikan dan pelatihan; pengembangan alat komunikasi, informasi, dan edukasi untuk mendukung pelaksanaan pelatihan; serta bidang lain yang berkaitan dengan komunikasi perubahan perilaku untuk penguatan kapasitas pendamping sosial dalam pengembangan dan pengasuhan anak usia dini.

"Ada modul SDM PKH, harapannya mereka mendapatkan ilmu yang lebih berkualitas. Kerja sama dengan Tanoto menjadi ada jalan, kompas kualifikasi SDM PKH lebih maju entaskan kemiskinan juga," kata Syahabuddin. [netralnews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan