Kondisi UMKM Sulit, Jokowi: 215 Negara Alami Hal yang Sama

Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang ini memberikan bantuan presiden (banpres) produktif untuk pelaku UMKM di Aceh. Jokowi mengungkapkan bahwa bantuan ini diberikan kepada para pelaku UMKM karena menghadapi kondisi sulit karena pandemi Corona.

Jokowi mengatakan semua usaha merasakan kesulitan karena pandemi Corona. Mulai dari usaha kecil, bahkan perusahaan besar sekalipun.

"Siang ini bapak ibu menerima banpres produktif. Ini diberikan karena kondisi saat ini sulit, kondisi yang tidak mudah, yang tidak gampang. Dialami baik yang mikro, yang kecil, yang menengah, yang gede. Semuanya berada dalam posisi sulit karena virus Corona," ujar Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (25/8/2020).

Jokowi juga mengatakan kesulitan ini bukan cuma dirasakan di Indonesia saja. Menurutnya, virus Corona telah menjadi pandemi global, sehingga 215 negara lainnya juga kesulitan dihantam pandemi.

"Memang sulit dan tidak cuma bapak ibu semuanya yang alami, seluruh dunia alami yang sama, 215 negara alami hal yang sama karena pandemi COVID-19. Ekonomi kena, kesehatan kena semuanya. Ini pandemi global," kata Jokowi.

Mengingat kondisi sulit seperti ini, pemerintah pun memberikan bantuan kepada para pelaku UMKM bantuan diberikan sebesar Rp 2,4 juta. Bantuan ini akan diberikan kepada 12 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Bantuan diberikan langsung kepada pelaku UMKM melalui rekening bank-nya. Paling lambat bantuan ini akan selesai didistribusikan ke 12 juta pelaku UMKM per bulan September.

"Oleh sebab itu kami sekarang berikan bantuan, Banpres produktif. Sudah pegang tabungan semua? Sudah dicairkan? Sudah kan. Yang penting sudah pegang sudah masuk uangnya, tidak dikurangi ya? Rp 2,4 juta," ujar Jokowi.

Dengan bantuan ini Jokowi berharap dapat membantu para pelaku UMKM. Dia mengingatkan agar pelaku usaha pun tetap semangat untuk bekerja keras meski sudah diberi bantuan.

"Maka bapak ibu pelaku usaha harus tetap kerja keras, semangat, agar kehidupan ekonomi kita tetap pada posisi baik," pungkasnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan