Yakin Ekonomi RI Aman, Airlangga Jelaskan Arti Resesi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali mengutarakan optimismenya terkait ekonomi nasional ke depan. Meski sudah banyak negara maju tergelincir masuk ke jurang resesi, ia berharap Indonesia tak bernasib serupa.

"Yang dimaksud dengan resesi adalah pertumbuhan yang semakin memburuk, jadi kalau pertumbuhannya istilahnya itu ada perbaikan itu technically bukan resesi dan tentu kita berharap kita ada perbaikan ke depan," ujar Airlangga ditemui di Pullman Hotel, Jakarta Barat, Sabtu (29/8/2020).

Ia menjelaskan, meski ekonomi RI pada kuartal III-2020 nanti masih tercatat minus tapi tidak sedalam catatan kuartal sebelumnya yang minus 5,32%, maka bisa dibilang Indonesia terbebas dari resesi.

"Ya mungkin, negara yang misalnya minus 2 menjadi minus 13 itu resesi, tapi kalau minus 5 kemudian ada perbaikan menjadi lebih baik yang kurvanya seperti V curve itu namanya perbaikan," sambungnya.

Sebelumnya, dalam acara launching Collective Action Coalition Against Corruption (CAC) Indonesia, Selasa (11/8/2020), Airlangga sempat menyampaikan prediksinya soal pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut prediksinya, ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 ini mampu tumbuh di rentang minus 1% hingga minus 2%. Bila prediksinya tidak meleset, maka Indonesia bisa dikatakan terbebas dari resesi.

Untuk itu, pemeritah saat ini, katanya terus berupaya agar ekonomi RI bisa tumbuh dari capaian kuartal sebelumnya. Dengan cara menyalurkan lebih banyak bantuan sosial (bansos) ke masyarakat dan memberi hibah modal usaha untuk UMKM.

"Oleh karena itu pemerintah mendorong banyak bansos untuk terus mensupport bahkan yang terakhir bansos produktif maupun hibah untuk UMKM," pungkasnya.

Sementara itu, pada 1974, ekonom Julius Shiskin mendefinisikan arti resesi adalah penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) yang terjadi selama dua kuartal berturut-turut.

Para ahli menyatakan resesi terjadi ketika ekonomi suatu negara mengalami PDB negatif, adanya kenaikan tingkat pengangguran, penurunan penjualan ritel, dan terjadinya kontraksi di pendapatan manufaktur untuk periode waktu yang panjang.

Sementara, melansir dari Forbes, pengertian resesi adalah penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan