711.126 KPM Mundur dari Program Keluarga Harapan


Kementerian Sosial mencatat sebanyak 711.126 atau 71,1% keluarga penerima manfaat (KPM) mengundurkan diri dari Program Keluarga Harapan (PKH) selama pandemi covid-19.

Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan, mayoritas KPM memilih mundur karena perekonomian mereka telah membaik.

"Hingga Agustus sebanyak 711.126 atau 71,1% dari target satu juta KPM telah mengembalikan kartu keluarga sejahtera (KKS) karena sudah mampu secara ekonomi," ujar dia, di Cirebon, Jawa Barat, Kamis, 17 September 2020.

Selain itu, kinerja pendamping sosial PKH yang optimal juga menyumbang angka pengembalian KKS. Juliari optimistis target graduasi KPM bisa mencapai satu juta bahkan lebih tahun ini.

“Pendamping sosial PKH sebagai ujung tombak dari keberhasilan program ini,” tambah dia.

Juliari menjelaskan KPM yang telah mengundurkan diri akan digantikan keluarga miskin lainnya yang belum mendapatkan bansos PKH. Ia berkomitmen, PKH merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan.

“Sebagai ujung tombak program pengentasan kemiskinan pemerintah terus mempertahankan jumlah penerimanya yaitu sebanyak 10 juta keluarga,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi 8 DPR Selly Andriani Gantina menambahkan, sosialisasi terkait pemahaman graduasi KPM PKH perlu lebih gencar lagi dilakukan. Hal itu penting sebab banyak masyarakat yang menganggap graduasi adalah dikeluarkan secara sepihak dari program.

"Padahal bagi yang graduasi juga, tetap diberikan pendampingan oleh pemerintah," ujar Selly.

Kesadaran terkait graduasi program ini, menurutnya perlu ditingkatkan, agar penerima program PKH yang sudah sejahtera, bisa bergantian dengan warga lainnya yang layak menerima program.[medcom.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan