Airlangga: Kenaikan Kasus Corona di Angkutan Umum karena Ganjil Genap

Menteri Koordinator Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto blak-blakan soal kenaikan kasus virus Corona di angkutan umum Jakarta. Menurutnya hal itu disebabkan kebijakan ganjil-genap kendaraan pribadi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Ada kenaikan kasus akibat daripada di angkutan umum. Nah kenapa di angkutan umum? karena ada kebijakan ganjil-genap, karena ada pembatasan kendaraan pribadi," kata dia dalam diskusi yang tayang di saluran YouTube Medcom.id, Minggu (13/9/2020).

Atas hal tersebut, dirinya mengatakan bahwa pemerintah pusat sudah meminta Anies untuk mengevaluasi kembali kebijakan ganjil-genap kendaraan pribadi.

"Nah oleh karena itu diminta pada saat itu dilakukan evaluasi," sebutnya.

Dirinya pun menekankan pentingnya pendekatan secara micromanagement atau manajemen mikro untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Jadi satu-satu kita lihat penyebabnya apa dan itu yang kita perhatikan. Apakah ganjil-genap masih tepat atau kita ubah. Kemudian kedua, tempat hiburan kita tutup ya kan tempat-tempat yang menjadi sumber-sumber kerumunan, apakah tempat olahraga kita terlalu padat, car free day-nya terlalu padat atau bagaimana," jelasnya.

Menurutnya hal itu harus dilihat satu-persatu. Seperti yang dia contohkan diberlakukan di Jawa Barat dan Jawa Tengah, di sana manajemen pencegahan COVID-19 dilakukan secara mikro.

"Nah ini kan semua harus dilihat satu persatu secara mikro dan itu yang dilakukan di Jawa Barat. Jadi Jawa Barat melihat secara mikro, demikian pula di Jawa Tengah kan tidak menerapkan PSBB," tambah Airlangga. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan