Bantuan Rp 2,4 Juta buat Pedagang Capai 61%, Ini Datanya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meluncurkan program bantuan presiden (Banpres) produktif untuk pelaku usaha mikro dan kecil, dengan besaran Rp 2,4 juta per orang sejak 20 Agustus 2020 lalu. Memasuki pekan ketiga, realisasi Banpres untuk 9,1 juta pelaku usaha mikro dan kecil mencapai 61%.

"Per hari ini sudah 61% penyerapannya dari sejak ini di-launching 20 Agustus di istana oleh Pak Presiden. Ini memang kita perlu percepat karena banyak usaha mikro terutama yang unbankable, yang belum pernah pinjam kredit ke perbankan, modal mereka sudah banyak tergerus untuk kebutuhan konsumsi keluarga sehari-hari," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam webinar FMB9, Jumat (4/9/2020).

Di tahap awal, pemerintah menganggarkan Rp 22 triliun untuk Banpres bagi 9,1 juta pelaku usaha mikro dan kecil. Namun, hingga akhir 2020 ini pemerintah menargetkan 12 hingga 15 juta pelaku usaha mendapatkan bantuan tersebut.

"Nah sekarang yang unbankable kita berikan Rp 22 triliun dan kemungkinan akan terus ditambah sampai penerimanya 15 juta orang," urainya.

Menurut Teten, penyaluran Banpres ini memang terus dipercepat. Oleh sebab itu, pemerintah berencana menambah lagi jumlah penerima Banpres. Caranya dengan melakukan realokasi anggaran program subsidi bunga yang tak terpakai ke Banpres tersebut.

"Kami optimistis karena ada beberapa anggaran, yang terutama subsidi bunga yang estimasinya terlalu besar, sehingga penyerapannya rendah, ini bisa dialihkan untuk UMKM," terang Teten.

Sebagai informasi, pemerintah menganggarkan Rp 35,28 triliun untuk program subsidi bunga bagi UMKM. Namun, hingga saat ini realisasinya baru mencapai Rp 3 triliun atau hanya 8%. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan