Bicara Resesi di Depan Gubernur, Jokowi Soroti Belanja Daerah Masih Minim


Indonesia masih memiliki waktu 1 bulan untuk membuktikan diri tidak masuk ke jurang resesi. Salah satu strategi yang dilakukan pemerintah untuk bertahan adalah mempercepat realisasi belanja mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, mumpung masih ada waktu 1 bulan sebelum kuartal III-2020 berakhir, dia meminta seluruh gubernur untuk mempercepat belanja ABPD-nya.

"Belanja barang, modal, belanja bansos betul-betul disegerakan. Sehingga bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan meningkatkan ekonomi di daerah," ujarnya saat ratas dengan para gubernur secara virtual, Selasa (1/9/2020).

Namun sayangnya penyerapan belanja ABPD secara nasional terbilang masih rendah. Jokowi menjabarkan data per 27 Agustus 2020 yang menunjukkan rata-rata nasional untuk belanja APBD masih 44% dan untuk belanja kabupaten dan kota mencapai 48,8%.

"Hati-hati mengenai ini, angka ini saya kira bisa kita lihat. Belanja barang dan jasa realisasi berapa, modal berapa, bansos berapa," terangnya.

"Dilihat Aceh realisasi barang dan jasa berapa, Sumut baru berapa persen, Bengkulu juga dilihat baru berapa persen, Sumbar sudah berada di atas 50%, 52%. Saya kira angka-angka ini betul-betul kita cermati," tambah Jokowi.

Meski begitu, Jokowi mengapresiasi kinerja pemerintah provinsi yang serapan belanja APBD-nya sudah cukup tinggi. Salah satunya DKI Jakarta.

"DKI Jakarta barang dan jasa sudah tinggi 70%, belanja modal juga 90%, yang lain yang masih di angka-angka 10-15%, apalagi bansos masih 0%, itu betul-betul dilihat benar angka-angka ini. Realisasi APBD seperti ini setiap hari saya ikuti semua provinsi kabupaten kota kelihatan angka-angkanya. Tolong diperhatikan sehingga realisasi pengadaan barang dan jasa, belanja modal belanja bansos segera terealisasi," tutupnya.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan