Buntut Polemik Kebijakan PSBB Anies, PDIP Langsung Perintahkan Kepala Daerahnya


PDI Perjuangan menyadari ada pro dan kontra terkait rencana pengetatan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

DPP PDI Perjuangan sendiri mengeluarkan seruan kepada kepala daerah yang berasal dari partainya.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, di tengah pro dan kontra penerapan PSBB di DKI, pihaknya mengingatkan seluruh kadernya yang berada dalam struktural, eksekutif, dan legislatif bahwa tugas mereka ialah menyelesaikan masalah rakyat, membangun harapan, dan dorong optimisme masa depan.

“Dalam situasi pandemi seperti ini seluruh kader partai, khususnya kepala daerah partai dilarang membuat keputusan tanpa pertimbangan matang. Tidak boleh grusa-grusu, atau asal ambil keputusan, terlebih hanya untuk pencitraan, atau demi kesan ketegasan," kata Hasto dalam keterangan resmi, Sabtu (12/9)

"Kepala daerah PDI Perjuangan wajib kedepankan kepentingan rakyat dan ambil keputusan secara bijak, solutif, dan mudah dijalankan secara masif."

Hasto menerangkan, Ketua Umum PDI Perjuangan sejak awal pandemi Covid sudah memberikan lima instruksi pokok.

Pertama, patuhi protokol pencegahan penyebaran virus, jaga jarak dua meter, pakai masker dan rajin cuci tangan.

Kedua, tingkatkan imunitas tubuh dengan makan sayur dan buah yang kaya vitamin, tidur cukup, olahraga, dan minum jamu-jamuan.

Ketiga, realokasi anggaran untuk rakyat miskin, kedepankan program padat karya, dapur umum, dan perkuat usaha ekonomi rumah tangga.

Keempat, gerakan menanam tanaman untuk konsumsi. Kelima, perkuat gotong royong, hadirkan politik penuh wajah kemanusiaan.

"Berkaitan dengan gerakan menanam tanaman yang bisa dimakan, program tersebut dipimpin oleh Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya bersama dengan Sadarestu, Wakil Sekjen Bidang Kerakyatan PDI Perjuangan. Monitoring dilakukan sebulan dua kali," kata dia.

Hasto mengajak semua pihak untuk membangun solidaritas sosial.

Sebab, Hasto menduga ada pihak-pihak yang ingin mendulang popularitas demi keuntungan pribadi di tengah pandemi ini.

“Dalam hal di tengah pandemi ini ada pihak-pihak tertentu yang justru melakukan provokasi demi kekuasaan, mengambil sikap konfrontif, dan tidak mau bekerja sama untuk rakyat, maka hal-hal tersebut tidak usah dihiraukan. Kerja untuk rakyat adalah skala prioritas terpenting," pungkasnya.[jpnn.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan