Cara Mendapatkan Kuota Internet Gratis Selama 4 Bulan dari Kemdikbud


Cara mendapatkan kuota internet gratis dari Kemdikbud tentunya perlu dikenali semua pelajar dan juga pengajar. Seperti yang telah diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, pihaknya menganggarkan Rp 9 triliun untuk membantu kegiatan pembelajaran jarak jauh untuk siswa, mahasiswa, guru dan dosen.

Rinciannya, Rp 7,2 triliun untuk subsidi kuota internet kepada siswa, guru, mahasiswa, dan dosen. Nadiem menjelaskan, subsidi tersebut akan diberikan selama 3 hingga 4 bulan ke depan, setelah subsidi awal diberikan.

Tiap bulan siswa akan mendapat 35 GB dan guru akan mendapat kuota 42 GB. Sedangkan, dosen dan mahasiswa akan mendapat kuota 50 GB per bulan. Subsidi kuota akan diberikan selama September-Desember 2020.

Cara mendapatkan kuota internet gratis dari Kemdikbud ini dilakukan dengan mengumpulkan data nomor ponsel penerima subsidi terlebih dahulu. Nantinya, data ini akan dikirimkan kepada kepala satuan pendidikan. Berikut Liputan6.com rangkum cara mendapatkan kuota internet gratis Kemdikbud, Selasa (1/9/2020).

Cara Mendapatkan Kuota Internet Gratis untuk Guru dan Siswa dari kemdikbud

Seperti yang telah disebutkan, pemerintah melalui Kemdikbud akan memberikan kuota gratis kepada siswa, guru, mahasiswa dan dosen selama 4 bulan untuk mendukung kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh. 

Berikut cara mendapatkan kuota internet gratis dari Kemdikbud:

1. Seluruh kepala satuan pendidikan/sekolah melengkapi nomor ponsel penerima subsidi (Guru dan Siswa).

2. Kemudian, data yang telah terkumpul disetorkan kepada kepala satuan pendidikan.

3. Setelah itu, kepala satuan pendidikan melakukan pengisian data melalui aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik)

4. Pengisian data maksimal 11 September 2020. Tenggat waktu penginputan nomor ponsel diperpanjang, yang sebelumnya 30 Agustus, sekarang maksimal 11 September 2020.

Kuota Internet Gratis dari Kemdikbud

Cara mendapatkan kuota internet gratis dari Kemdikbud dilakukan secara berjenjang dari siswa hingga peninputan ke aplikasi Dapodik oleh kepala satuan pendidikan. Nomor ponsel peserta didik akan didaftarkan oleh sekolah. Setelah itu, baru diserahkan kepada kepala satuan pendidikan setempat. Hal ini karena aplikasi Dapodik hanya bisa diakses oleh kepala satuan pendidikan, bukan oleh guru, siswa, atau wali murid.

Setiap nomor ponsel yang telah didaftarkan nantinya akan diisi pulsa data internet. Selain itu, nomor yang didaftarkan oleh siswa juga boleh menggunakan nomor ponsel orang tua. Tentunya, pemakaian kuota internet gratis ini harus dilakukan di bawah bimbingan orang tua, sehingga siswa tidak menggunakannya untuk kepentingan selain dari Pembelajaran Jarak Jauh.[liputan6.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan