Cerita Doni Monardo Wanti-wanti Anies soal Kenaikan Okupansi RS di DKI

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo menjelaskan perihal okupansi tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19. Doni mengaku pada akhir Juli lalu sudah mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai tren peningkatan okupansi tempat tidur di rumah sakit di DKI Jakarta.

"Saya sejak tanggal 23 Juli yang lalu sudah menyampaikan kepada Gubernur DKI tentang tren peningkatan bed occupancy rate di wilayah Jakarta. Ada 67 RS rujukan COVID," kata Doni dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (14/9/2020).

Doni mengakui, dari 67 rumah sakit rujukan COVID, 20 di antaranya memang okupansi tempat tidur di ICU-nya penuh. Namun, dia menegaskan masih ada 47 rumah sakit lain yang tersedia.

"Ada 20 yang memang penuh 100%, tetapi masih ada 47 rumah sakit COVID lainnya yang mana ruang ICU-nya masih cukup, masih cukup longgar," katanya.

Kepala BNPB itu juga mengungkapkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun telah menambah kapasitas ruang ICU di rumah sakit milik pemerintah dan BUMN. Setidaknya, ada 40 rumah sakit yang kapasitas ICU-nya ditambah.

"Bahkan Bapak Menteri Kesehatan telah menambah kapasitas ICU untuk hampir 40 rumah sakit COVID, terutama milik pemerintah pusat dan BUMN. Jadi kekhawatiran bahwa pada tanggal 17 September yang akan datang itu rumah sakit penuh semua, mudah-mudahan ya mudah-mudahan bisa kita atasi dengan baik," tutur Doni.

Lebih lanjut, Doni mengatakan saat ini pemerintah juga telah menyiapkan ruang isolasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19 Wisma Atlet. Menurutnya, saat ini masih ada ribuan kamar yang kosong.

"Ya mudah-mudahan tidak terisi. Kemudian pemerintah juga telah menyiapkan dukungan kepada daerah yang kasusnya tinggi agar bisa memanfaatkan hotel. Nah, kami sudah bekerja sama dengan puskes TNI dan mabes TNI untuk bekerja sama dengan hotel-hotel yang selama ini telah menerima WNI kita yang pulang dari luar negeri," kata dia.

"Ada puluhan ribu warga negara kita yang sudah kembali dan mereka melakukan isolasi mandiri sampai dengan hasil swab PCR mereka diumumkan. Termasuk juga mereka yang positif COVID ini juga telah terlayani dengan baik," sambung Doni.

Sebelumnya, Anies Baswedan memprediksi tempat tidur isolasi Corona akan penuh pada 17 September nanti. Situasi tersebut disebabkan oleh peningkatan jumlah kasus COVID-19 yang terjadi sejak pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

"Kita memasuki masa transisi, dan apa yang terjadi? Secara bertahap, terutama di bulan Agustus, kita mulai menyaksikan peningkatan jumlah kasus. Persentase dari tempat tidur yang digunakan naik. Ambang batasnya 4.053," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).

"Bila situasi ini berjalan terus, tidak ada pengereman, maka dari data yang kita miliki, bisa dibuat proyeksi 17 September tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh dan sesudah itu tidak mampu menampung pasien COVID lagi dan ini waktunya tinggal sebentar," sambung Anies. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan