Dorong Pelaku Usaha Mikro Melek Digital, Kemenkeu Berikan Pelatihan


Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan menggelar pelatihan literasi digital bagi pelaku usaha mikro agar melek digital.

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan bisa menjadi salah satu cara untuk menggeser bisnis para pelaku usaha mikro yang awalnya adalah bisnis konvensional menjadi digital.

Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ririn Kadariyah menyatakan dengan beralihnya bisnis pengusaha mikro ke digital, selain bisa membantu debitur UltraMikro (UMi) menjangkau calon pembeli yang tidak dapat datang langsung ke tempat usahanya, juga bisa memperluas jaringan pasar mereka.

"Kita tahu sejak ada pandemi pelaku usaha adalah yang paling terpukul. Dengan adanya pelatihan ini kita mencoba membantu mereka untuk terjun ke digital agar bisa menemukan pasarnya kembali dengan cara digital," ujarnya saat jumpa pers virtual, Kamis (17/9/2020).

Menurutnya memang saat ini banyak kendala yang dihadapi para pelaku usaha untuk beralih dalam memasarkan produk secara digital.

Seperti kurangnya pengetahuan dalam menggunakan sosial media secara maksimal, baik dari sisi fotografi produk yang menarik, penulisan caption yang mengundang rasa ingin tahu pembeli dan perluasan jangkauan calon pembeli.

Untuk itu, lanjut dia, PIP dalam kapasitasnya sebagai Badan Layanan Umum yang menyalurkan pembiayaan UMi mencari jalan keluar terhadap kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha mikro ketika terjun ke dunia digital.

“Kami meyakini perubahan orientasi penjualan melalui dunia digital sebagai salah satu bentuk adaptasi kebiasaan baru bagi UMKM di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian PIP karena apabila pelaku usaha mikro gagal beradaptasi dengan kondisi saat ini, maka target penyaluran dan penyebaran pembiayaan Ultra Mikro akan terhambat,” ucapnya.

Sementara itu, pendiri Jagoan Indonesia Dias Satria menyatakan, pihaknya digandeng PIP untuk melakukan upgrading metode pemasaran secara online bagi pengusaha UMI.

Dia menjelaskan ada 3 hal yang bakal mereka kembangkan dalam pelatihan ini, pertama Social Media Handling, di mana para peserta pelatihan akan didampingi oleh mentor dan tim untuk melakukan penetrasi pemasaran melalui sosial media Instagram dan menawarkan produk mereka di market place.

Kedua, Connecting to marketplace yang dimana tim mentor akan membantu peserta memfasilitasi dan mengoptimalisasi pembuatan akun marketplace.

"Lalu yang ketiga adalah Google Business dan Design Packing yang merupakan proses pembuatan desain kemasan bagi peserta pelatihan agar lebih menarik dan menunjang penampilan produk bila dijual melalui penjualan online," katanya.[kompas.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan