Hadiri ASEAN-China Ministerial Meeting, Menlu Retno Marsudi Singgung Vaksin Terjangkau


Dalam pertemuan ASEAN–China Ministerial Meeting, Menteri Retno Marsudi menyampaikan harapannya tentang kerja sama pengembangan dan vaksin Virus Corona COVID-19 yang aman dan terjangkau bagi semua.

"Di dalam pertemuan, saya sampaikan tiga hal utama, yaitu Pertama adalah kerjasama dalam konteks kesehatan. Untuk jangka pendek, kerjasama pengembangan dan pengadaan vaksin menjadi penting artinya," ujar Menlu Retno Marsudi dalam press briefing pada Rabu, 9 September 2020 malam.

"Kedua, kerja sama untuk mewujudkan economic recovery. Kita catat bahwa selama kuartal 2; perdagangan ASEAN-China mencatat kenaikan 5,6 persen dan mencapai US$ 300 miliar," tambahnya.

Menurut Menlu Retno Marsudi, semua pihak perlu menjaga momentum ini, oleh karena itu koordinasi kebijakan perlu dijaga, termasuk menggunakan ASEAN-China FTA joint committee dan ASEAN-China Centre.

"Selain itu, Indonesia juga sampaikan pentingnya kerja sama di bidang ecommerce," kata Menlu Retno.

Isu ketiga yang disampaikan oleh Retno Marsudi adalah pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

"Dalam kaitan ini Indonesia tekankan kembali mengenaipentingnya setiap pihak, each and everyone of us, untukbertanggungjawab memelihara perdamaian dan stabilitas."

"Saya ulangi, bahwa Indonesia menekankan kembali mengenaipentingnya setiap pihak untuk bertanggung jawab memelihara perdamaian dan stabilitas. Oleh karena itu universally recognised principles of the international law, termasuk UNCLOS 1982, harus dihormati dan diterapkan," tegas Retno Marsudi.

Hadiri ASEAN Foreign Ministers Meeting

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga menghadiri rapat ASEAN Foreign Ministers Meeting (AMM).

Dalam kesempatan itu Indonesia menyampaikan bahwa permasalahan muslim Rohingya harus diselesaikan hingga ke akar. Hal ini disampaikan dalam press briefing pada Rabu, 9 September 2020, malam.

"Indonesia menyampaikan pada 7 September, kita menerima 296 orang Rohingya. Pada tanggal 24 juni, kita menerima 99 orang," kata Menlu Retno Marsudi.

Retno juga menjelaskan bahwa, apa yang dilakukan Indonesia tentunya didasarkan pertimbangan kemanusian untuk menampung mereka secara temporer atau sementara.

"Namun demikian, Indonesia menekankan bahwa akar permasalahan atau core issue dari situasi ini harus diselesaikan," tegas Retno Marsudi.

"Oleh karena itu, Indonesia mendesak agar Myanmar, dengan bantuan negara ASEAN, dapat menyelesaikan core issue dengan tujuan agar repatriasi dapat dilakukan secara sukarela, aman dan bemanfaat."

Retno juga menekankan bahwa bagi Indonesia, Myanmar adalah rumah bagi saudara-saudara Rohingya, dan menilai bahwa mereka harus terus dilindungi.

"Selain itu, Indonesia menekankan pentingnya kerja sama untuk melawan kejahatan lintas batas, termasuk penyelundupan manusia; karena diduga saudara-saudara kita ini juga merupakan korban dari kejahatan lintas batas."[liputan6.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan