Jelang Penyaluran Bansos Beras, Mensos Sidak ke Gudang Bulog di Cimahi


Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara beserta jajaran melakukan sidak ke Gudang Bulog yang berada di Leuwigajah, Kota Cimahi, Sabtu (5/9/2020).

Pemantauan ini untuk memastikan ketersediaan stok beras aman menjelang pendistribusian bantuan sosial (bansos) beras yang akan segera digulirkan.

"Ini untuk persiapan pendistribusian bansos beras. Saya liat stok beras cukup, yang medium, kualitasnya memuaskan," kata Mensos kepada wartawan usai melakukan sidak.

Menurutnya dari beberapa karung sampel yang dilihat, kualitas beras mediumnya cukup baik. Dirinya meminta agar kualitas beras yang bagus itu konsisten dijaga dari Sabang sampai Merauke. Serta terus dikontrol agar jangan sampai ada yang busuk sebelum didistribusikan ke masyarakat.

Penerima bansos beras ini ada 10 juta keluarga penerima manpaat Program Keluarga Harapan (PKH). Setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan total 45 kg beras selama dua bulan. Rinciannya 30 kg di bulan September ini dan sisanya 15 kg di bulan Oktober.

"Program ini juga menampung beras dari petani, sehingga ada kombinasi antara program bansos dan penyerapan beras dari petani. Ketika stok di sini disalurkan, maka akan menerima pasokan beras dari petani," kata dia.

Secara keseluruhan Kementerian Sosial (Kemensos) menggelontorkan anggaran Rp127 triliun untuk penyaluran bansos hingga akhir tahun 2020 dan sudah terserap 66%.

Bansos itu menyasar 20 juta KPM yang terdampak COVID-19 maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Anggaran bansos itu juga untuk PKH seperti bansos tunai, bansos sembako, bansos beras hingga bansos tunai tambahan.

Direktur Keuangan Perum Bulog yang juga Plt Direktur Operasional, Triyana menyebutkan, di Gudang Bulog Cimahi ini mampu menyimpan stok beras sebanyak 30.000 ton.

Selain untuk penyaluran bansos, beras di sini juga disalurkan ketika ada permintaan operasi pasar. Khususnya di wilayah Jawa Barat untuk pengendalian harga jika terjadi lonjakan harga beras.

"Buffer stok di sini aman dengan jenis beras medium yang siap didistribusikan. Biasanya ketika ada program bansos beras di sini cepat habis, lalu kami tarik lagi dari petani," terangnya.[sindonews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan