Jokowi Kucurkan Rp5,1 Triliun demi Bansos Beras 15 Kg


Pemerintah melalui Kementerian sosial (Kemensos) mencatat anggaran yang digelontorkan untuk bantuan sosial beras kepada 10 juta keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM-PKH) senilai Rp5,1 triliun. Dana ini termasuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan, program KPM-PKH tersebut masuk dalam program baru jaring pengaman sosial atau social safety net yang dirancang pemerintah untuk memberikan bantuan sosial bagi masyarakat kelas menengah bahwa yang terdampak Covid-19.

"Ini masuk program PEN, anggarannya sekitar kalau dengan transporternya sekitar Rp5,1 triliun. Ini adalah salah satu program dalam klaster perlindungan sosial dalam PEN," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Karena itu, Juliari menegaskan, realisasi dari program ini merupakan bagian dari penyerapan dana PEN di sektor social safety net yang sudah dianggarkan pemerintah sebesar Rp203,9 triliun.

Sebelumnya, pada akhir Juni 2020 tingkat penyerapan dana social safety net baru terserap sebesar Rp72,5 triliun. Nilai tersebut setara dengan 35,6% dari total anggaran yang dialokasikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Selain itu, realisasi program KPM-PKH ini akan menjadi bagian dari kinerja Perum Bulog dalam menyerap hasil panen petani Gaba.

"Karena itu, program ini sangat vital dalam penyerapan anggaran dan juga bukan hanya itu agar Perum Bulog dengan adanya program ini bisa lebih optimal lagi di dalam penyerapan hasil dari panen petani yang ada sehingga ini saling keterkaitan antara program bansos dan tugas dari pada Perum Bulog," katanya.

Juliari Batubara juga menjelaskan, program bantuan beras bertujuan mengurangi beban pengeluaran KPM-PKH di seluruh Indonesia. "Agar kebutuhan pangan beras bagi warga terkena dampak Covid-19 bisa terpenuhi dan kesehatannya terjaga," kata Juliari.

Bantuan beras tersebut akan diberikan dalam masa tiga bulan atau dari Agustus-Oktober. Setiap KPM akan menerima beras berkualitas medium sebanyak 15 kilogram per bulan. Bulan ini pemberian bantuan disalurkan sekaligus untuk waktu dua bulan, yakni Agustus-September.

Sehingga sebanyak 30 kilogram diberikan pada September ini. Selanjutnya periode Oktober mendatang baru dikucurkan 15 kilogram.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas mengaku pihaknya berkomitmen memastikan kualitas dan kuantitas beras di seluruh gudang di Indonesia terjamin baik.

"Setelah melewati petugas pengawas kualitas beras di seluruh gudang Bulog, selanjutnya diserahkan kepada jasa pengangkut yang ditunjuk Kementerian Sosial untuk didistribusikan kepada keluarga penerima manfaat," ujar Buwas.

Mantan Kepala Bareskrim Polri ini menjelaskan bantuan sosial tidak hanya dikhususkan bagi penerima bantuan, melainkan dibagikan juga kepada petani terdampak pagebluk. Sebab, kata Buwas, beras yang dibeli Bulog berasal dari petani saat panen raya sesuai Instruksi Presiden Nomor 05 Tahun 2015.

Untuk diketahui, kegiatan peluncuran program ini berlangsung di kompleks pergudangan Perum Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada, Rabu (2/9/2020) yang ditandai dengan pelepasan truk pengangkut beras bantuan sosial oleh Menteri Sosial Juliari Batubara dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.

Acara juga dilanjutkan dengan simbolis penyerahan bantuan sosial beras oleh Menteri sosial kepada keluarga penerima manfaat program keluarga harapan dan juga secara serentak dilakukan oleh seluruh kepala dinas sosial se-Indonesia.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan