Mahfud MD Cerita Pengalaman Berkesan dengan Abdul Malik Fadjar


Mantan Menteri Pendidikan Nasional, Abdul Malik Fadjar meninggal dunia pada Senin (7/9/2020) sekitar pukul 19.00 WIB. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemananan (Menko Polhukam) Mahfud MD bercerita tentang pengalaman-pengalaman berkesannya dengan almarhum.

Pengalaman bersama tokoh Muhammadiyah itu diceritakan Mahfud melalui akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd, Selasa (8/9/2020) pagi. Kesan pertama yang Mahfud tulis yaitu ketika Abdul Malik Fadjar membuat terobosan saat menjabat sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama.

Ketika itu Abdul Malik Fadjar membuat terobosan dengan memberi penghargaan kepada kiai-kiai yang ada di sejumlah pondok pesantren. Penghargaannya yaitu mereka diberi wewenang mengajar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dengan status setara profesor.

"Menurutnya ilmu agama yang dikuasai oleh para kiai tidak kalah dari profesor resmi," tulis Mahfud.

Kenangan lain yang dimiliki Mahfud bersama Abdul Malik Fadjar ketika dirinya memergoki almarhum sedang menyantap makanan di warung Padang daerah Krekot, Jakarta Pusat. Mahfud yang memergokinya langsung bertanya kenapa seorang menteri makan di warung.

"Dia jawab begini. Lho, kenapa? Kalau dilarang makan di warung saya lebih baik tidak jadi menteri. Dia kemudian minta saya ikut makan di sebelahnya," kenang Mahfud.

Kisah lainnya bersama almarhum disebut Mahfud terjadi pada dua tahun lalu, tepatnya Oktober 2018. Saat itu Mahfud diundang ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru. Abdul Malik Fadjar menyusul dari Jakarta dan menemani Mahfud dari pagi sampai sore di universitas yang pernah dipimpinnya.

"Kepada ribuan mahasiswa UMM saat itu saya bilang Abdul Malik Fajar merupakan "role model" yang harus kita contoh. Saat jadi pejabat selalu egaliter, luwes, tidak sewenang-wenang," ujar Mahfud.

Di periode 2016-2020 Mahfud dan Abdul Malik Fadjar pernah menjadi Anggota Dewan Penyantun Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah. Di akhir cuitannya, Mahfud mendoakan almarhum.

"Damailah, Pak Malik," tutup Mahfud.[inews.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan