Menaker Minta Calon Penerima Bantuan Rp 600 Ribu Beri Rekening Aktif

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengimbau para pekerja penerima program subsidi upah untuk menyetorkan nomor rekening yang masih aktif. Rencananya 3 juta pekerja yang akan menerima bantuan Rp 600 ribu/bulan selama 4 bulan, pada batch kedua.

"Program subsidi upah batch pertama sudah 2,5 juta. Hari ini, kita menerima data untuk batch kedua, lebih besar dari batch pertama, sebesar 3 juta," kata Ida kepada wartawan di sela-sela acara penyerahan bantuan Program Padat Karya Pertanian untuk Cipta Lapangan Kerja dan Ketahanan Pangan di Ponpes Nurul Huda, Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (1/9/2020).

Menurut Ida, setelah menerima 3 juta rekening ini, akan melakukan pengecekan kembali kesesuaian data. Nantinya, setelah data sesuai, akan diserahkan ke kantor pelayanan perbendaharaan negara (KPPN). Kemudian dari KPPN langsung digelontorkan menuju bank penyalur.

"Setelah kami menerima 3 juta, kami akan mengecek kembali kesesuaian data. Setelah data kami rasa sudah sesuai, kami serahkan ke KPPN, dari KPPN langsung digelontorkan ke bank penyalur. Dari bank penyalur akan ditransfer langsung ke rekening pekerja," katanya.

"Ya ini karena bertahap. Saya kira concern semua pihak agar bantuan ini tepat sasaran, maka memang tidak bisa 15,7 juta itu secara bleg langsung diserahkan, secara bertahap. Yang pertama, BPJS Ketenagakerjaan membutuhkan validasi, verifikasi dan validasi data. Dan kita secara administrasi juga melihat kesesuaiannya. Jadi diberikan secara bertahap. Sekali lagi, karena kita ingin bantuan ini tepat sasaran," sambung Ida.

Ida menambahkan, pada gelombang pertama ada teman-teman pekerja yang belum menerima. Penyebabnya bisa jadi karena penyaluran dilakukan secara bertahap. Kemudian karena ada pekerja yang menyerahkan nomor rekening tidak aktif sehingga menyulitkan dalam penyalurannya.

"Sepanjang teman-teman (pekerja) itu sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan memenuhi persyaratannya, kok belum menerima. Bisa jadi, karena memang kita menyampaikannya secara bertahap. Kedua, saya ingin sampaikan bahwa dari pengalaman batch pertama ternyata ada teman-teman menyerahkan nomor rekening yang sudah tidak aktif lagi. Ini akhirnya menyulitkan bagi teman-teman penyalur untuk menyampaikan kepada teman pekerja. Saya mengimbau agar teman-teman menyerahkan nomor rekening yang masih aktif," pungkas Ida. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan