Neraca Dagang Surplus, Rupiah Ditutup Menguat

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot menguat pada Selasa (15/9/2020).

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 35 poin atau 0,24 persen pada level Rp 14.845 per dollar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 14.880 per dollar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penguatan rupiah sore ini terdorong sentimen data neraca dagang yang surplus, seperti pengumuman siang tadi oleh Badan Pusat Statistik.

BPS mencatat ekspor Agustus 13,07 miliar dollar AS atau turun 4,62 persen dibanding Juli 2020. Nilai ekspor ini juga turun 8,36 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019.

Sementara impor pada Agustus 2020 tercatat 10,74 miliar dollar AS atau naik 2,65 persen dibandingkan dengan bulan Juli. Sedangkan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor turun drastis hingga 24,19 persen.

“Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus 2,33 miliar dollar AS pada Agustus. Ini adalah keempat kalinya secara berturut-turut neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus,” kata Iibrahim.

Sementara itu, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) total di DKI Jakarta sudah di mulai dan ternyata tidak terlalu total. Padahal semula pasar begitu khawatir dengan implementasi PSBB di ibu kota.

“Hal ini membuat pelaku pasar kembali lega dan bekerja seperti biasanya. Kekhawatiran gerak roda ekonomi akan seret juga kembali sirna,” tegas dia.

Semantara dari eksternal, investor sedang gencar-gencarnya memburu aset-aset berisiko karena ada kabar baik dari pengembangan vaksin corona AstraZaneca yang bekerja sama dengan Universitas Oxford.

Uji coba vaksin yang dilanjutkan kembali, membantu mengangkat persepsi pelaku pasar. [kompas.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan