Respons Kebijakan Anies, Bima Arya: PSBMK Sudah Tepat, Bukan PSBB Total

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto kembali menanggapi rencana Gubernur DKI Jakarta yang akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total pada Senin 14 September 2020.

Menurutnya, agar ekonomi tetap berjalan dan tidak terlalu terdampak, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) yang sudah diterapkan di Kota Bogor lebih tepat ketimbang PSBB.

"Jadi PSBMK sudah tepat, bukan PSBB. Sebab, dari pemberlakuan PSBB selama ini tidak tepat, yang terpapar ekonomi 90 persen, dan lebih dari 50 persen masih tidak percaya bahwa Covid-19 itu berbahaya," kata Bima Arya saat merilis hasil survei persepsi risiko Covid-19 Kota Bogor di Balaikota, Jumat (11/9/2020).

Tak hanya itu, Bima Arya juga mempersoalkan kesiapan pemberlakuan kebijakan PSBB total yang akan diterapkan di Jakarta.

"Dalam kondisi seperti ini, lockdown itu harus dihitung secara cermat. Lockdown ini butuh kesiapan personel yang luar biasa. Memastikan orang tidak keluar rumah itu kan personilnya nggak cukup Satpol PP," tegas Bima.

Kemudian, lanjut Bima Arya, warga yang nantinya tidak bisa mencari nafkah, baik rumah makan dan tempat usaha lainnya bagaimana. Itu semua harus dihitung.

"Nggak cukup kalau hanya Pemkot Bogor. Pemerintah pusat bisa nggak, provinsi bisa nggak. Tetapi dengan model PSBMK ini, ekonomi berjalan serta penguatan protokol kesehatan dengan cara kolaborasi," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menceritakan, saat diberlakukan PSBMK, pihaknya menemui para pengusaha rumah makan, restora dan kafe. Di situ, pihaknya mendapatkan formula yang tepat. "Tinggal nanti kita detailkan hari Senin 14 September 2020, perpanjangan PSBMK di Kota Bogor seperti apa," jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi jika Anies Baswedan tetap memberlakukan PSBB total pada Senin 14 September mendatang, Kota Bogor akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Begini PSBB Total Jakarta bagi Bogor ada plus minus. Plusnya kalau Jakarta ada PSBB total artinya banyak warga Bogor yang kerja di Jakarta jadi WFH," tuturnya.

"Sehingga kemungkinan warga Bogor untuk terpapar Covid-19 di Jakarta jadi kecil, karena tidak akan membawa virus dari luar. Tapi yang harus kita antisipasi adalah satu lonjakan wisawatan, yang mungkin akan ke Bogor baik hari biasa atau weekend. karena di Jakarta tutup," ungkapnya.

Kemudian, lanjut Bima Arya, pihaknya akan mengantisipasi dengan memperketat protokol kesehatan dan ini sudah dikordinasikan. "Bahkan, tadi pagi saya sudah kordinasikan, nanti saya akan umumkan. Jadi begitu Jakarta PSBB total, kita akan perketat protokol kesehatan," tuturnya.

"Arus masuk tidak mudah untuk dicegah, tapi protokol kesehatan sangat mungkin untuk ditegakkan, artinya kalau warga Jakarta mau buat kafe penuh di Bogor dan kemudian tidak mengikuti protokol kesehatan ya enggak usah masuk ke situ," tegasnya.

Namun demikian, hingga saat ini pihaknya masih belum mendapatkan jawaban yang jelas dari Anies Baswedan tentang pemberlakukan PSBB total ini. "Di antaranya adalah bagaimana kebijakan DKI Jakarta tentang izin keluar masuk ini kan harus clear, saya tanya ke Pak Gubernur (Anies Baswedan). Pak Gubernur jawab katanya belum sampai ke sana," katanya.

"Artinya kan urusan yang kerja di Jakarta kan bukan orang dia saja tapi ada orang-orang lain yang membawa keluarga. Ini bagaimana kan harus jelas bagi warga kita yang punya aktifitas di Jakarta," pungkasnya. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan