Cerita Mahfud MD tentang Anaknya Dipermainkan Pegawai Pelayanan Publik

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bercerita mengenai anaknya yang sempat dipermainkan oleh pegawai pelayanan publik.

Hal itu didiungkapkan Mahfud MD dalam acara peluncuran aplikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang disiarkan melalui akun Youtube Kemenpan-RB, Selasa (27/10/2020).

Mahfud MD mengatakan, kala itu anaknya sedang mengurus izin untuk mendirikan klinik di Departemen Tenaga Kerja (Depnaker).

"Anak saya itu dokter mau mendirikan klinik, kan harus izin. Datanglah ke Depnaker di suatu tempat," kata Mahfud.

Menurut dia, khusus untuk mengurus perizinan dijadwalkan pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB. Sementara anaknya sudah tiba ke lokasi depnaker pada pukul 08.00 WIB.

"Dia datang jam 8.00 WIB, sampai jam 10.00 WIB pegawainya belum datang, ya pulang, karena jam 10.00 WIB ada kuliah, ngajar," ujar dia.

Mahfud MD menuturkan, anaknya juga sempat bertanya pada petugas, namun petugas itu hanya menegaskan, bahwa jam operasional untuk perizinan masih memiliki waktu sampai pukul 11.00 WIB.

Keesokan harinya, anaknya datang ke depnaker pukul 11.00 WIB. Namun setibanya di sana petugas yang mengurus perizinan sudah pulang.

"Loh kemarin belum datang, sekarang sudah pulang. Nah dengan kayak gini, kan ketahuan," tutur dia.

Oleh karena itu, Mahfud MD menilai perlu adanya SPBE, sehingga kejadian seperti yang dialami anaknya tidak terjadi lagi di masyarakat, karena sudah terpantau.

"Memanilisir terjadinya praktik korupsi dalam pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah, serta dapat mewujudkan proses kerja yang efisien dan efektif serta meningkatkan kualitas pelayanan publik," ucap dia. [kompas.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan