Good News! 100.000 Dosis Vaksin Disuntik Pertengahan November

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) optimistis vaksinasi akan dimulai pada November 2020 dengan menggunakan tiga vaksin cari China.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto vaksin Sinovac, CanSino, dan G42/Sinopharm sudah selesai uji klinis fase 3 di beberapa negara dan telah mendapatkan izin emergency use (penggunaan darurat) dari BPOM China.

Khusus vaksin CanSino uji klnis akan selesai September 2020 dan sudah mendapat izin penggunaan darurat dari Pemerintah China dan Kanada. Vaksin ini juga sudah disuntik ke tentara China dan petugas kesehatan.

"Data-data uji klinis sudah ada dan akan ditransfer, BPOM Indonesia akan membuat kajian [berdasarkan] transfer data untuk kemudian memberikan emergency use. Isyaallah akan dapat 100 ribu dosis di minggu ketiga November, artinya sudah jadi tinggal suntikkan. CanSino single dosis, jadi cuma satu kali," jelas Achmad Yurianto kepada CNBC Indonesia, Selasa (13/10/2020).

Jumlah orang Indonesia yang divaksin pada November bisa bertambah lagi. Pasalnya, Kementerian Bidang Koordinasi dan Investasi mengungkapkan G42/Sinopharm berkomitmen mengirimkan 5 juta dosis pada November dan Sinovac 1,5 juta dosis.

Vaksin Sinovac dan G42/Sinopharm menggunakan dua dosis vaksin per orang. Artinya akan ada 3,25 juta orang yang mendapatkan vaksin dari Sinovac dan Sinopharm. Secara total akan ada 3,35 juta penduduk Indonesia yang akan divaksinasi pada November.

Sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Putranto mengungkapkan pada tahap awal, vaksinasi akan diprioritaskan pada garda terdepan, yakni medis dan paramedik, pelayanan publik, TNI/Polri dan seluruh tenaga pendidik.

"Mereka yang di garda terdepan dan peserta Penerima Bantuan Iuran alias PBI dalam BPJS Kesehatan akan ditanggung biaya vaksinnya oleh Pemerintah," ujar Terawan.[cnbcindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan