Hore, Bansos Tunai Dilanjutkan Hingga Juni 2021

Pemerintah melanjutkan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi masyarakat terdampak COVID-19 hingga Juni 2021, kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari sebelumnya sembilan juta KPM.

"Sesuai Keputusan Presiden akan dilanjutkan sampai Juni 2021. Tahun depan jumlah sasarannya menjadi 10 juta KPM," kata Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Asep Sasa Purnama dilansir ANTARA, Selasa (27/10/2020).

1. Nilai bantuan akan berkurang menjadi Rp200 ribu per KPM tiap bulan

Asep menjelaskan meski dilanjutkan, namun nilai bantuan akan berkurang menjadi Rp200 ribu per KPM tiap bulan, dengan pertimbangan akan cukup banyak bantuan lainnya yang juga disalurkan pemerintah.

Sebelumnya, BST telah disalurkan pada April sampai Juni 2020 dengan nilai bantuan Rp600 ribu per KPM, kemudian berkurang menjadi Rp300 ribu per KPM pada Juli sampai Desember 2020, seiring dengan bantuan-bantuan lain yang juga diberikan berbagai kementerian atau lembaga.

BST gelombang I dan II hanya menjangkau 33 provinsi, karena DKI Jakarta mendapatkan bantuan sosial sembako. Sedangkan, pada 2021 BST akan menjangkau semua provinsi, termasuk DKI Jakarta.

2. Realisasi BST secara nasional saat ini mencapai 82 persen

Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, dalam pendistribusian BST, pihaknya mengerahkan 16.000 personel.

"Kami punya 4.500 Kantor Pos di seluruh Indonesia, kita akan mengirim undangan kepada penerima BST untuk mengambil bantuan. Kalau jauh dari Kantor Pos, sekitar lima km, kita yang datang ke kantor RW atau komunitas, kalau terlalu jauh sampai 20 km dan tidak mungkin berkumpul, kami antarkan ke rumah," kata Faizal.

Dari sembilan juta KPM yang menjadi target BST, sebanyak 8,6 juta KPM yang disalurkan PT Pos dengan serapan hingga tahap enam mencapai 96,79 persen.

3. Sebanyak 16 ribu personel kantor pos serahkan untuk salurkan bansos

Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan dalam pendistribusian BST, pihaknya mengerahkan 16.000 personel.

"Kami punya 4.500 Kantor Pos di seluruh Indonesia, kita akan mengirim undangan kepada penerima BST untuk mengambil bantuan. Kalau jauh dari Kantor Pos, sekitar lima km, kita yang datang ke kantor RW atau komunitas, kalau terlalu jauh sampai 20 km dan tidak mungkin berkumpul, kami antarkan ke rumah," kata Faizal.

Dari sembilan juta KPM yang menjadi target BST, sebanyak 8,6 juta KPM yang disalurkan PT Pos dengan serapan hingga tahap enam mencapai 96,79 persen.[idntimes.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan