Luhut Buktikan RI Kaya Raya: Punya Semua Cadangan Mineral!

Pemerintah Indonesia kini tengah mendorong pembangunan industri rantai pasok baterai hingga mobil listrik di Tanah Air. Untuk membangun industri pabrik baterai hingga mobil listrik tersebut tentunya memerlukan bukan hanya teknologi, tapi sumber daya mineral yang memadai. Beruntung, Indonesia dikaruniai sumber daya mineral yang melimpah.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia kaya akan sumber daya mineral, berbagai jenis komoditas mineral ada di bumi negeri ini. Oleh karena itu, menurutnya ini bisa menjadi kunci bagi Indonesia untuk membangun industri baterai lithium hingga mobil listrik.

"Untuk Anda yang lebih muda lagi, kita tahu Indonesia ini kaya, kita punya semua cadangan mineral untuk menjadi pemain kunci di industri baterai lithium, seperti lithium, cobalt, nikel, mangan, aluminium, copper (tembaga), dan graphite," tuturnya dalam acara INDY FEST 2020 pada Senin (19/10/2020).

Namun demikian, lanjutnya, kekayaan sumber daya mineral ini jangan hanya dijual mentah-mentah, namun harus dikelola menjadi produk bernilai tambah. Dengan demikian, sumber daya ini bukan hanya menjadi keuntungan bagi perusahaan yang mengelola tapi juga menguntungkan negara ini ke depannya.

Dia pun berpesan kepada generasi muda yang meneruskan pengelolaan sumber daya alam dan mineral bangsa ini agar tidak mengorbankan keuntungan negara ini hanya demi keuntungan seketika.

"Anda yang lebih muda harus sepakat bahwa ada value added bisnis, jangan hanya berbisnis dengan untung seketika, harus ada value added ke depan," ungkapnya.

Dia pun menambahkan "Itu yang saya bilang, Anda sebagai anak muda harus punya integritas untuk membangun Indonesia ke depan ini. Jangan Indonesia ini jadi pelengkap penderita, hanya karena kamu dapat untung, lalu kamu korbankan masa depan Indonesia yang lebih bagus."

Menurutnya, pemanfaatan sumber daya mineral ini juga harus dilakukan sebagai upaya mencapai Indonesia 4.0, di mana salah satu sektor utama di dalamnya yaitu Otomotif 4.0. Pengolahan sumber daya mineral seperti nikel, tembaga, bauksit, besi dan baja bisa digunakan untuk membangun pabrik stainless steel, baterai, hingga mobil listrik.

"Supply chain material logam dari hulu ke hilir ini lah mimpi kita. Kita punya nilai tambah," ujarnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan