Mahfud Rutin Terima Laporan Terkait Pilkada dari Kapolri-Tito, Ini Isinya


Menko Polhukam Mahfud Md menyampaikan dirinya secara rutin menerima laporan terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) pelaksanaan Pilkada 2020. Dari laporan tersebut, Mahfud melihat pelanggaran terhadap protokol kesehatan lebih banyak yang nihil.

"Soal evaluasi pilkada menurut laporan-laporan yang secara rutin saya terima setiap hari dari Kapolri, dari Mendagri tentang pelaksanaan kampanye Pilkada dan lain-lain terkait pilkada sehari-hari. Saya melihat pelanggaran-pelanggaran itu lebih banyak nihilnya," kata Mahfud, Selasa (6/10/2020).

Meski demikian, Mahfud menuturkan masih ada pelanggaran kecil yang terjadi. Pelanggaran tersebut di antaranya melebihi kapasitas orang yang sudah ditentukan hingga tidak mengenakan masker.

"Memang terjadi pelanggaran di sana sini yang sifatnya kecil-kecil yang bisa diatasi. Kalau dihitung sejak tanggal 23 dan 24 kemudian 26 sampai sekarang, pelanggaran ada, bisa dikendalikan, ya bisa diselesaikan lah jaga jarak, jumlah 50 orang yang hadir 52. Ada yang lupa pakai masker satu-dua biasa terjadi seperti di tempat lain yang nggak ada pilkada," tuturnya.

Mahfud juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut serta membantu mencegah pilkada agar tidak menjadi klaster baru penularan COVID-19. Mahfud meminta TNI-Polri serta aparat gabungan lainnya selalu mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan.

"Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang ikut menjaga Pilkada biar nggak jadi klaster baru penularan COVID. Saya meminta kepada Polri TNI, Satpol PP pemda dan seluruh aparat agar terus seperti sekarang. Yaitu tertibkan keseluruhan jalannya pilkada terutama dalam konteks pelaksanaan disiplin protokol kesehatan," ujarnya.

Mahfud kemudian mengusulkan agar para pasangan calon (paslon) pilkada membuat masker sebanyak mungkin untuk dijadikan alat kampanye. Mahfud juga memperbolehkan paslon membuat tempat mencuci tangan di jalan-jalan umum tapi tetap berkoordinasi degan Pemda setempat.

"Khusus calon-calon paslon di berbagai tempat dan parpol termasuk independen. Dalam rangka ikut mensukseskan prokes ini, saya usulkan satu, setiap paslon berkampanye membuat masker sebanyak mungkin bisa puluhan ribu, bisa kasih gambar paslon dan nomor kepesertaan," ucapnya.

"Kedua dibolehkan membuat tempat cuci tangan semacam bak atau apa di jalan-jalan umum, tentu dikoordinasikan dengan Pemda setempat. Cuci tangan dengan sabun dikasih juga gambar paslon yang bersangkutan. Tapi koordinasi agar nggak ganggu ketertiban mana yang bisa dipasang," imbuhnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan