Pencoret Tembok Hina Jokowi Gangguan Jiwa, KSP Soroti Adanya Rentetan


Pria berinisial AS (39) asal Pangandaran, Jawa Barat, melakukan aksi vandalisme dengan mencoret kalimat bernada menghina Presiden Jokowi. AS belakangan diketahui mengalami gangguan jiwa. Meski begitu, Kantor Staf Presiden (KSP) tetap meminta kepada polisi untuk mengusut motif si AS.

"Yang jadi pertanyaan, kenapa dilakukan lagi sekarang melakukan itu. Yang jadi pertanyaan kenapa, kan bisa jadi anggapan orang mengatakan apakah ada rentetan dari sebelumnya. Apakah gangguan jiwa bisa disetir, istilahnya, dipengaruhi. Itu makanya kita minta ke pihak kepolisian untuk benar-benar melakukan penelitian, penyidikan terhadap masalah ini," ujar Tenaga Ahli Utama KSP Ade Irfan Pulungan saat dihubungi, Jumat (2/10/2020).

AS pada tahun 2019 juga sempat melakukan pelemparan di rumah eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Polisi menyatakan AS mengalami gangguan jiwa dan akhirnya AS menjalani pengobatan.

Untuk peristiwa vandalisme yang menghina Jokowi, AS sudah ditangani untuk menjalani pengobatan setelah polisi berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial setempat. Mengenai hal tersebut, Irfan meminta polisi memastikan apakah AS melakukan aksinya karena dipengaruhi dan pada saat kapan saja AS mengalami gangguan jiwa.

"Pemeriksaan kan tidak hanya kejiwaan, tapi kan juga motifnya. Apakah ini bagian dari sebuah rentetan dari sebelumnya yang ada atau terpengaruh atau dipengaruhi. Kalau dia alami gangguan jiwa, kenapa pada saat kapan dia terjadi gangguan jiwanya, kapan dia waras. Harus dikaji kepolisian," kata eks Direktur Hukum-Advokasi TKN Jokowi ini.

Irfan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terpancing atas aksi vandalisme menghina Jokowi yang dilakukan AS. Irfan menyerahkan ke polisi melakukan penyelidikan.

"Saya pikir semuanya jangan mudah terpengaruh terhadap masalah yang ada. Misalnya kita jangan terpengaruh statement yang sifatnya ini adalah bagian dari lemahnya hukum kita," ucapnya.

Peristiwa vandalisme ini terjadi di Jalan Merdeka Pangandaran. Yang menarik perhatian, isi tulisan vandalisme itu sangat provokatif. Kalimatnya memaki Jokowi, Susi Pujiastuti dan COVID-19. Tulisan yang dibuat dengan cat semprot itu tak ayal membuat warga yang melihat dibuat bertanya-tanya, mengenai siapa orang nekat tersebut.

Polisi yang menerima laporan itu langsung bergerak. Polisi mencurigai seseorang yang pernah melakukan hal serupa tahun lalu. "Setelah kami tanya, dia mengaku. Memang yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa," kata Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi, Jumat (2/10). [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan