Prabowo Lapor Soal Undangan ke AS, Jokowi Bilang Harus Berangkat

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto untuk pertama kali dalam kurun waktu 20 tahun bakal berangkat ke Amerika Serikat (AS). Prabowo mengaku telah melapor ke Presiden Jokowi soal rencana kunjungan ke AS.

"Ya Amerika negara penting. Saya diundang ya, saya harus memenuhi undangan tersebut," kata Prabowo dalam wawancara khusus courtesy DPP Partai Gerindra seperti dilihat Selasa (13/10/2020).

Prabowo berbicara soal kondisi pandemi Covid-19. Meski dunia sedang menghadapi wabah tak biasa, Prabowo bakal memenuhi undangan AS. Prabowo lalu mengulang percakapannya dengan Presiden Jokowi saat melaporkan rencana kunjungan ke AS.

"Walaupun perjalanan jauh sekarang pandemi Covid tapi ya tetap kita hormati. Saya menghadap Presiden, saya lapor Presiden, 'Pak, saya dapat undangan dari Amerika Serikat'. Presiden mengatakan, 'Ya harus berangkat'. 'Ya siap'," ucap Prabowo.

Prabowo juga berbicara soal hal terdekat yang bakal dilakukannya sebagai Menteri Pertahanan. Prabowo ingin memitigasi kebocoran. Apa maksudnya?

"Untuk mitigasi kebocoran, jangan sampai kebocoran itu berlanjut, apalagi melebar atau menambah. Ini kadang-kadang... ini fokus saya. Dalam pembelanjaan pembelian alutsista, saya ingin harga yang terbaik, harga yang paling murah tapi kualitas paling tinggi. Ini selalu perjuangan saya," ucap Prabowo.

Mitigasi kebocoran dengan memfokuskan pembelanjaan alutsista menurutnya juga berkaitan dengan kunjungan Prabowo ke beberapa negara. Prabowo menyatakan siap memprioritaskan belanja alutsista dalam negeri, namun beberapa item masih butuh dari luar.

"Itulah yang membuat saya harus banyak keliling keluar negeri karena kita banyak tergantung teknologi masih banyak dari luar. Kita ingin kembangkan, Presiden ingin terus kembangkan industri dalam negeri ini terus kita kebut sementara kita masih butuh sebagian dari luar," ucap Prabowo.

"Nah, untuk beli teknologi militer dari luar harus ada izin dari pemerintah, nggak bisa kita langsung ke pabriknya. Karena itu kita harus datang ke pemerintah, saya harus datang ke menteri pertahanan negara-negara itu, kulonuwun, sowan, minta izin, dan kalau mereka baik sama kita, mereka memandang Indonesia bersahabat, baru kita bikin perjanjian kerja sama pertahanan. Dari situ baru kita bisa negosiasi dengan pabrik-pabrik," jelas Prabowo.

Ketum Partai Gerindra itu mengaku capek melakukan perjalanan keluar negeri. Namun, itu adalah tugas seorang Menteri Pertahanan yang harus dijalankan.

"Kadang-kadang capek harus datangi semua negara untuk mendapat izin boleh atau tidak. Kadang-kadang dia tidak mau kasih, negara ini mau kasih, negara ini tidak boleh," jelas Prabowo. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan