RUU Cipta Kerja Disahkan buat Rupiah Menguat


Penguatan kurs rupiah yang terjadi di awal pekan diperkirakan terus berlanjut pada hari ini di kisaran Rp14.600 - Rp14.900 per USD. Hal ini dikarenakan adanya sentimen positif dari dalam dan luar negeri.

Mengutip riset MNC Bank, Jakarta, Selasa (6/10/2020), dari dalam negeri, pelaku pasar tengah mengantisipasi kelanjutan mengenai omnibus law yang akan disahkan dan seperti apa dampaknya terhadap sektor ketenagakerjaan. Untuk saat ini, investor merasa positif terhadap sentimen ini sehingga jadi katalis positif untuk rupiah.

Setelah akhir minggu lalu sempat terpuruk, Rupiah di luar dugaan mengawali perdagangan pekan ini dengan kinerja memuaskan. Pada penutupan Senin 5 Oktober 2020, Rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp14.800 per USD.

"Artinya rupiah menguat 0,43% dibanding level sebelumnya, yakni Rp14.865 per dolar AS pada Jumat 2 Oktober," kutip riset tersebut.

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terutama akibat tekanan yang menerpa nilai tukar dolar AS. Sentimen terkait positifnya Donald Trump masih jadi sentimen penggerak dalam jangka pendek ke depan.

Pasar saat ini untuk sementara menjauhi dolar AS. Hal ini tercermin dari melemahnya dolar AS secara merata terhadap seluruh mata uang dunia. Kabar terkait Trump telah membuat ketidakpastian di pasar meninggi.

"Para investor pun menjual dolar AS seiring arah ekonomi dan politik AS yang tidak menentu dan memburuk. Sentimen inilah yang disebut para analis masih akan menggerakkan perdagangan rupiah pada hari ini," kutip riset tersebut.

Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah ditutup di level Rp 14.867 per dolar AS. Dengan demikian, mata uang Garuda ini tercatat terapresiasi 0,15% dibanding level sebelumnya.[okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan