TNI AL Tangkap Kapal Vietnam Pencuri Ikan di Laut Natuna

Kapal Republik Indonesia (KRI) John Lie-358 yang berada di Bawah Kendali Operasi (BKO) Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I meringkus satu buah kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam yang masuk dan melakukan aktivitas illegal fishing di perairan Landas Kontinen Indonesia, Natuna. Penangkapan tersebut terjadi pada hari Kamis, 8 Oktober 2020.

Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada I Laksamana Pertama TNI Dato Rusman mengatakan, penangkapan itu bermula ketika KRI sedang melaksanakan patroli rutin di Perairan Natuna Utara yang kemudian mendeteksi kontak kapal ikan asing yang dicurigai melaksanakan penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia.

Untuk memastikan hal tersebut, KRI John Lie-358 menerjunkan Tim Visit Board Search and Seizure (VBSS) menuju ke kapal ikan asing tersebut.

"Namun saat didekati kapal ikan asing tersebut berusaha mengelabui dengan tiba-tiba mematikan lampu kapal, melepaskan jaring ke laut dan menambah kecepatan untuk melarikan diri dari kejaran tim VBSS," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (8/10/2020).

Lebih lanjut dia menjelaskan, proses penangkapan tidak membutuhkan waktu lama, kapal ikan asing tersebut dapat dikuasai. Kemudian petugas langsung menggeledah isi kapal untuk diamankan.

"Dari hasil pemeriksaan awal diperoleh informasi bahwa KIA tersebut berbendara Vietnam dengan nama BD 93656 TS didapati ABK 6 orang warga negara asing termasuk nakhoda, diduga melaksanakan pelanggaran penangkapan ikan secara illegal di perairan ZEE Indonesia," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul menuturkan bahwasanya TNI AL, terkhusus Koarmada I tidak pernah merubah komitmen, untuk terus menerus dan secara rutin hadir di Perairan Yurisdiksi Nasional Indonesia dalam menegakkan hukum dan kedaulatan Indonesia. Meskipun ditengah kondisi pandemi Covid-19.

"Kapal berbendera Vietnam BD 93656 TS beserta 6 ABK dikawal menuju Lanal Ranai untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut. KIA Vietnam tersebut diduga melanggar Pasal 93 ayat (2) Jo Pasal 27 ayat (2) UU Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan dikarenakan telah diduga melakukan pelanggaran berupa mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera asing di ZEE Indonesia secara illegal," ujarnya. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan